China Perketat Aturan Ekspor Mobil Bekas: Langkah Strategis untuk Kawal Transparansi dan Standarisasi

blank
China Perketat Aturan Ekspor Mobil Bekas: Langkah Strategis untuk Kawal Transparansi dan Standarisasi

Getwebpress.com – China perketat aturan ekspor mobil bekas sebagai respons terhadap meningkatnya volume perdagangan kendaraan bekas sekaligus untuk mengatasi tantangan yang muncul di pasar otomotif domestik. Kebijakan baru ini diumumkan oleh Kementerian Perdagangan China (MOFCOM) sebagai bagian dari upaya nasional untuk menciptakan sistem ekspor mobil bekas yang lebih transparan, terstandar, dan berdaya saing global.

Langkah ini juga menandai transisi dari program percontohan ekspor mobil bekas yang pertama kali diluncurkan pada 2019 ke sistem nasional yang bersifat permanen dan terstruktur. Dengan sistem baru ini, ekspor kendaraan bekas dari Tiongkok tidak hanya akan diawasi lebih ketat, tetapi juga harus memenuhi standar mutu yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat dan lembaga terkait.

Latar Belakang Kebijakan: Dari Program Percontohan ke Sistem Nasional

Langkah China perketat aturan ekspor mobil bekas bermula dari program percontohan ekspor kendaraan bekas yang diperkenalkan pada tahun 2019. Program ini memungkinkan sejumlah wilayah dan perusahaan terpilih untuk mengekspor mobil bekas ke pasar luar negeri sebagai ujicoba.

Namun, pada Februari 2024, MOFCOM bersama empat kementerian lain memutuskan untuk mengakhiri program percontohan tersebut dan menggantinya dengan kerangka kerja ekspor mobil bekas yang berlaku secara nasional. Hal ini dilakukan setelah melihat tren peningkatan ekspor dan kebutuhan akan sistem regulasi yang lebih komprehensif.

Tren Ekspor Mobil Bekas China

Dalam dua tahun terakhir, ekspor mobil bekas dari China menunjukkan pertumbuhan signifikan. Menurut data MOFCOM:

  • Tahun 2023: China mengekspor 275.000 unit kendaraan bekas dengan nilai sekitar 6,88 miliar dolar AS (setara dengan Rp111,4 triliun).

  • Tahun 2024 (hingga pertengahan tahun): Jumlah ekspor mobil bekas telah menembus angka 436.000 unit, menandai lonjakan tajam dibandingkan tahun sebelumnya.

Peningkatan ini memperkuat alasan mengapa China perketat aturan ekspor mobil bekas, demi menjaga kualitas kendaraan yang diekspor dan reputasi negara sebagai eksportir otomotif global yang terpercaya.

Standar Baru untuk Ekspor Kendaraan Bekas

Dalam kebijakan terbaru, MOFCOM menyatakan bahwa setiap kendaraan bekas yang akan diekspor harus memenuhi standar kualitas nasional, yaitu:

  • WM/T 8-2022 untuk mobil penumpang bekas

  • WM/T 9-2022 untuk kendaraan komersial dan trailer bekas

Standar ini mencakup aspek teknis seperti keamanan, emisi, kelaikan jalan, serta kondisi fisik kendaraan.

Pemeriksaan Ketat oleh Pihak Ketiga

Sebagai bagian dari kebijakan China perketat aturan ekspor mobil bekas, seluruh kendaraan wajib melewati proses pemeriksaan independen oleh lembaga sertifikasi pihak ketiga yang diakui oleh pemerintah. Hasil dari pemeriksaan ini harus diserahkan dalam bentuk laporan evaluasi teknis kepada regulator sebelum proses ekspor dapat dilanjutkan.

Laporan ini akan mencakup:

  • Riwayat pemeliharaan dan perbaikan kendaraan

  • Kondisi aktual mesin, transmisi, dan sistem kelistrikan

  • Pengukuran emisi gas buang

  • Pemeriksaan sistem keselamatan seperti ABS, airbag, dan rem

Kepatuhan terhadap Regulasi Negara Tujuan

Tidak hanya memenuhi standar nasional China, eksportir juga harus memastikan bahwa kendaraan yang mereka kirim memenuhi peraturan impor negara tujuan. Hal ini meliputi:

  • Sertifikat kesesuaian teknis

  • Dokumentasi riwayat kendaraan

  • Penerjemahan dokumen resmi dalam bahasa yang berlaku

  • Pemeriksaan emisi sesuai standar lokal (Euro, EPA, dsb.)

Langkah ini memperkuat komitmen China perketat aturan ekspor mobil bekas agar mobil yang dikirim tidak ditolak oleh otoritas negara tujuan dan untuk menghindari kerugian logistik.

Pemanfaatan Sistem Digital: Rekam Jejak Elektronik Kendaraan

Sebagai bagian dari pengawasan, regulator China mendorong eksportir untuk memanfaatkan “Sistem Rekam Kesehatan Elektronik Pemeliharaan Otomotif”. Sistem ini memungkinkan semua pihak, termasuk pembeli internasional, untuk memverifikasi rekam jejak servis kendaraan, mulai dari pergantian oli, perawatan mesin, hingga insiden kecelakaan jika ada.

Penggunaan sistem ini merupakan bentuk konkret dari implementasi transparansi digital, sesuai dengan arah kebijakan China perketat aturan ekspor mobil bekas yang tidak hanya mengedepankan kualitas fisik, tetapi juga kejujuran data riwayat kendaraan.

Respons terhadap Isu “Mobil Bekas Nol Kilometer”

Salah satu alasan utama di balik keputusan China perketat aturan ekspor mobil bekas adalah adanya praktik manipulatif yang muncul di pasar mobil bekas domestik, yaitu fenomena “mobil bekas nol kilometer”.

Praktik ini terjadi ketika kendaraan baru didaftarkan sebagai mobil bekas (hanya untuk tujuan administratif) namun belum pernah digunakan secara signifikan. Akibatnya, kendaraan ini bisa dijual kembali dengan label mobil bekas, tetapi kondisinya hampir baru. Hal ini mengganggu statistik industri, memanipulasi data penjualan mobil baru, dan menimbulkan risiko kepercayaan dari konsumen luar negeri.

Dengan aturan baru, kendaraan yang terindikasi sebagai mobil bekas manipulatif akan sulit lolos sertifikasi pihak ketiga, sehingga tidak dapat diekspor.

Dampak terhadap Industri Otomotif China

Langkah China perketat aturan ekspor mobil bekas diprediksi akan membawa sejumlah dampak positif:

1. Meningkatkan Citra Global

Dengan menegakkan standar tinggi, China berusaha membangun reputasi sebagai eksportir mobil bekas yang berkualitas, bukan hanya dari segi kuantitas. Ini penting untuk menembus pasar seperti Eropa, Timur Tengah, dan Amerika Latin.

2. Mendorong Daur Hidup Kendaraan yang Lebih Panjang

Standar tinggi akan mendorong produsen untuk memproduksi kendaraan yang lebih awet dan dapat digunakan dalam jangka panjang, sehingga memperpanjang masa pakai mobil.

3. Mengurangi Limbah Otomotif

Dengan ekspor mobil bekas yang terstandar, China dapat mengurangi akumulasi kendaraan tua di dalam negeri dan mengarahkan kendaraan tersebut ke negara-negara yang membutuhkan kendaraan terjangkau dan layak pakai.

4. Meningkatkan Kualitas Pasar Domestik

Kebijakan ini juga akan memperbaiki kualitas kendaraan yang beredar di pasar mobil bekas lokal, karena hanya kendaraan dengan riwayat jelas dan perawatan baik yang dapat masuk ke pasar ekspor.

Tantangan di Masa Transisi

Meski China perketat aturan ekspor mobil bekas dengan niat baik, pelaku industri tetap menghadapi tantangan, antara lain:

  • Biaya tambahan untuk pemeriksaan dan sertifikasi

  • Adaptasi terhadap sistem digital baru

  • Kebutuhan pelatihan SDM ekspor

  • Penerapan standar yang mungkin berbeda antarnegara tujuan

Namun, regulator telah menyatakan bahwa mereka siap bekerja sama dengan industri untuk memberikan dukungan teknis, pelatihan, serta asistensi dalam proses transisi menuju sistem baru.