Getwebpress.com – Gerakan pemuda Kalimantan Tengah kembali menunjukkan tajinya. Pada Kamis, 18 September 2025, aliansi Cipayung Plus Kalteng yang terdiri dari HMI, PMII, GMKI, PMKRI, KMHDI, dan IMM menggelar pertemuan dengan Andina Thresia Narang, anggota DPR RI Dapil Kalimantan Tengah, di Gedung DPR RI Jakarta. Pertemuan ini menjadi langkah strategis untuk mendesak percepatan pengesahan RUU Masyarakat Adat yang telah lama dinantikan masyarakat adat di Kalteng dan berbagai daerah lain di Indonesia.
Aliansi Cipayung Plus datang membawa tiga tuntutan utama kepada DPR RI dan empat tuntutan kepada DPRD Provinsi Kalimantan Tengah. Fokus pertemuan kali ini adalah penyusunan naskah akademik terkait RUU Masyarakat Adat, agenda reses untuk membicarakan pembangunan Kalteng, keterlibatan pemuda dalam program literasi digital, serta peluang sharing beasiswa di Universitas Pertahanan bagi generasi muda Kalteng.
Fikri Haikal, Ketua PKC PMII Kalteng sekaligus perwakilan Cipayung Plus, menegaskan bahwa pertemuan ini adalah bentuk keseriusan pemuda Kalteng untuk mengawal kepentingan masyarakat adat hingga RUU Masyarakat Adat benar-benar disahkan. “Hari ini kita menyampaikan keresahan masyarakat langsung kepada Ibu Andina Thresia Narang agar RUU Masyarakat Adat segera disahkan. Sebagai pemuda, kami memiliki suara yang harus didengar oleh wakil rakyat di DPR RI,” tegas Fikri di hadapan media.
RUU Masyarakat Adat sudah lama masuk dalam daftar Program Legislasi Nasional (Prolegnas), namun pembahasannya kerap tertunda. Padahal di lapangan, masyarakat adat terus menghadapi ancaman kehilangan hak atas tanah, konflik dengan perusahaan, hingga kerusakan lingkungan yang mengganggu kehidupan mereka. Desakan dari pemuda Kalteng diharapkan memberi tekanan moral dan politik kepada DPR RI agar segera merampungkan pembahasan RUU ini.
Fikri menambahkan bahwa perjuangan ini tidak akan berhenti di sini. Menurutnya, pemuda dan mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan suara masyarakat adat benar-benar sampai ke telinga para pengambil kebijakan di tingkat nasional. “Gerakan ini akan terus kita kawal bersama hingga pengesahan. Harapan kami, isu ini bisa menjadi perhatian nasional dan mendapat prioritas dari DPR RI,” tambahnya.
Sementara itu, Andina Thresia Narang menyambut baik aspirasi yang disampaikan oleh aliansi Cipayung Plus Kalteng. Ia memuji keseriusan para pemuda yang datang langsung ke DPR RI untuk menyuarakan kepentingan masyarakat adat. “Saya sangat mengapresiasi langkah teman-teman Cipayung Plus Kalteng datang langsung ke DPR RI. Ini menunjukkan keseriusan pemuda untuk masa depan Kalimantan Tengah,” ujar Andina.
Ia juga berjanji akan menyampaikan aspirasi ini ke fraksi dan komisi terkait di DPR RI agar proses legislasi RUU Masyarakat Adat bisa dipercepat. Bagi Andina, keterlibatan pemuda dalam isu strategis seperti ini sangat penting karena mereka akan menjadi pewaris masa depan Kalimantan Tengah.
Setelah pertemuan di DPR RI, aliansi Cipayung Plus Kalteng berencana melanjutkan perjuangan mereka di tingkat daerah. Mereka akan menemui DPRD Provinsi Kalteng untuk memastikan janji pembentukan tim khusus pengkaji tuntutan segera direalisasikan. Tim ini nantinya akan bertugas mengkaji dan menindaklanjuti semua tuntutan yang telah disampaikan, termasuk percepatan pengesahan RUU Masyarakat Adat di tingkat nasional.
Kini bola panas ada di tangan DPR RI. Apakah para wakil rakyat akan segera merespons desakan pemuda Kalteng ini dengan mengesahkan RUU Masyarakat Adat? Ataukah proses legislasi ini kembali terjebak dalam tarik-menarik kepentingan politik di Senayan? Yang jelas, pemuda Kalteng telah menunjukkan keseriusan mereka. Mereka sudah datang langsung ke pusat kekuasaan, menyuarakan aspirasi rakyat, dan berjanji akan terus mengawal proses ini hingga tuntas.