Guangdong, Getwebpress.com — BYD, raksasa otomotif asal Tiongkok, kembali mengguncang dunia kendaraan listrik dengan gebrakan besar. Lewat inisiatif ambisius yang diumumkan dalam Pameran Otomotif Guangdong-Hong Kong-Macao 2025, BYD resmi mengumumkan rencana peluncuran 15.000 unit pengisi daya cepat berteknologi megawatt. Langkah ini menandai babak baru dalam revolusi kendaraan listrik global.
Mega Kolaborasi Infrastruktur: BYD, Xiaoju Charging, dan Xindietu
BYD menggandeng dua mitra strategis utama: Xiaoju Charging dan Xindietu, dua nama besar dalam infrastruktur pengisian daya di Tiongkok. Dalam inisiatif bertajuk “Megawatt Charging: 10,000-Charger Co-Construction”, ketiga perusahaan sepakat membangun jaringan pengisi daya megawatt sebagai tulang punggung mobilitas listrik masa depan.
-
Xiaoju Charging akan membangun 10.000 unit pengisi daya megawatt
-
Xindietu akan menambah 5.000 unit
-
BYD telah berkomitmen sebelumnya untuk mendirikan 4.000 stasiun megawatt sendiri
Artinya, jika digabungkan, rencana pembangunan stasiun pengisi daya super cepat ini bisa mencapai 19.000 unit, menjadi salah satu proyek EV charging terbesar di dunia saat ini.
Infrastruktur Megawatt: Apa Bedanya?
Teknologi pengisian daya megawatt adalah masa depan kendaraan listrik. Jika sebelumnya pengguna EV harus menunggu hingga 30–60 menit untuk mengisi penuh, teknologi BYD memungkinkan pengisian hingga 400 km hanya dalam 5 menit — setara waktu mengisi BBM!
Ini berkat sistem terbaru mereka yang meliputi:
-
Tegangan ultra tinggi 1.000V
-
Arus maksimum 1.000A
-
Daya hingga 1.000kW
-
Teknologi dual-gun: mempercepat pengisian hingga 70% lebih cepat dari standar saat ini
Bahkan dengan satu charging gun, pengisian tetap lebih cepat hingga 45% dibanding fast-charging tradisional.
Cakupan Nasional: 200 Kota, 34 Juta Pengguna
BYD, Xiaoju Charging, dan Xindietu sudah punya ekosistem masif:
-
Xiaoju Charging: bermitra dengan 8.400+ bisnis, melayani 34 juta pengguna
-
Xindietu: mencakup 90% stasiun umum di Tiongkok, hadir di 400+ kota besar
Dengan basis ini, jaringan megawatt charging akan menjangkau jalan raya nasional dan kawasan urban secara merata, memecahkan masalah klasik seperti “range anxiety” dan minimnya infrastruktur.
Teknologi Ini Sudah Hadir di Mobil BYD Seri Premium
Teknologi pengisian megawatt bukan cuma visi masa depan. BYD sudah menyematkan kemampuan ini di dua model premiumnya yang baru dirilis:
-
BYD Han L
-
BYD Tang L
Kedua model langsung mendapat respons pasar yang luar biasa:
-
Han L: terjual 10.483 unit di bulan pertama
-
Tang L: 11.406 unit
-
Total seri Han dan Tang: >40.000 pengiriman dalam 1 bulan
Konsumen menyambut positif kemudahan pengisian daya super cepat ini. Tidak perlu lagi antre panjang atau khawatir kehabisan daya saat bepergian jauh.
Visi BYD: Isi Daya Mobil Sama Cepatnya dengan Isi BBM
BYD tidak hanya menjual mobil, mereka sedang membangun ekosistem mobilitas listrik end-to-end. Dengan ekspansi stasiun megawatt ini, perusahaan ingin menghapus batas antara kenyamanan kendaraan listrik dan kendaraan berbahan bakar fosil.
“Tujuan kami sederhana tapi revolusioner: pengisian daya harus semudah dan secepat mengisi bahan bakar bensin, bahkan bisa lebih baik,” kata juru bicara BYD.
Dalam waktu dekat, BYD juga tengah berdiskusi dengan operator pengisian daya besar lainnya untuk memperluas cakupan jaringan dan menyiapkan penetrasi internasional.
Strategi Ekspansi: Dari Tiongkok ke Dunia
Meskipun proyek awal berfokus di Tiongkok, banyak pengamat menilai langkah ini akan menjadi cetak biru global. Negara-negara yang tengah menggenjot adopsi EV seperti India, Indonesia, Eropa, dan bahkan AS bisa meniru strategi BYD dalam membangun ekosistem pengisian yang lengkap.
BYD telah mengisyaratkan ekspor teknologi ini ke pasar global, sejalan dengan ekspansi penjualan kendaraan mereka ke Asia Tenggara, Timur Tengah, Amerika Latin, dan Afrika.
Mengapa Ini Penting untuk Masa Depan Kendaraan Listrik?
Ada tiga tantangan utama adopsi EV global:
-
Waktu pengisian terlalu lama
-
Jaringan stasiun yang minim dan tidak merata
-
Kekhawatiran konsumen terhadap kesiapan infrastruktur
Dengan teknologi megawatt charging, semua masalah ini bisa diatasi:
-
Waktu pengisian jadi sangat singkat
-
Jaringan stasiun jadi masif dan merata
-
Konsumen merasa nyaman dan percaya diri beralih ke EV
Dampak pada Industri Otomotif Global
Langkah BYD ini diprediksi akan:
-
Mendorong pabrikan lain (Tesla, Hyundai, VW, Toyota, dll.) ikut mengembangkan teknologi serupa
-
Meningkatkan permintaan kendaraan listrik secara signifikan
-
Memicu kompetisi antar-operator pengisian daya di berbagai negara
Dampak lainnya adalah munculnya standar baru pengisian daya EV global, di mana teknologi megawatt BYD bisa jadi acuan.
Penutup: Dunia Menuju Era “Isi 5 Menit, Tempuh 400 KM”
Transformasi kendaraan listrik bukan lagi sekadar tren, tapi evolusi teknologi transportasi modern. Dengan inisiatif 15.000 charger megawatt, BYD telah menyalakan obor revolusi baru dalam dunia otomotif.
Ke depan, bisa jadi pengisian daya 5 menit menjadi standar baru. Dan jika skenario itu terjadi, BYD akan tercatat sebagai pionir yang memulainya.