Mengelola Emosi saat Mengemudi untuk Mencegah Berbagai Kecelakaan

blank
Mengelola Emosi saat Mengemudi untuk Mencegah Berbagai Kecelakaan

Jakarta (ANTARA) – Pengamat dan Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana menyatakan bahwa pengendara harus memiliki kontrol emosional yang baik agar tidak merugikan diri sendiri serta orang lain di sekitarnya.

Insiden yang melibatkan pengemudi taksi elektrik dan pengguna jalan lainnya, yang disebabkan oleh kendaraan yang mundur tiba-tiba hingga menabrak kios rumah makan, kata dia, menunjukkan betapa pentingnya mengendalikan emosi dalam situasi apapun.

Lebih lanjut, dia menekankan bahwa pengemudi, baik yang menggunakan kendaraan elektrik maupun konvensional dengan transmisi otomatis, perlu memahami sistem operasional dari kendaraan yang mereka gunakan dengan baik dan benar.

Baca juga: Penting fokus dalam berkendara guna hindari aquaplaning

Tidak hanya bagi kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV), menurutnya, kendaraan Internal Combustion Engine (ICE) pun berpotensi mengalami hal serupa, selama menggunakan sistem otomatis.

“Pada kasus ini, jelas pengemudi tidak memahami sistem operasional dengan baik atau terlalu terburu-buru dalam bertindak,” ungkap Sony Susmana kepada ANTARA, Jumat.

Oleh karena itu, ada kewajiban yang harus dipatuhi oleh pengemudi untuk keselamatan bersama. Mereka dilarang meninggalkan kendaraan saat masih dalam keadaan hidup, serta harus memastikan bahwa transmisi berada dalam posisi P dan menarik tuas handbrake dengan benar.

Baca juga: Lima hal penting yang harus dihindari pengemudi saat di jalan tol

“Yang viral di media sosial kemungkinan besar posisi gear R dan tidak dipindahkan ke P oleh pengemudinya. Ini bisa terjadi karena kelalaian akibat emosi atau terburu-buru. Oleh karena itu, ini perlu menjadi perhatian bagi pengemudi yang sistem gear-nya menggunakan tombol/soft touch atau rotater,” ujar Sony Susmana.

Dengan adanya insiden ini, dia menambahkan, penting bagi perusahaan penyedia jasa transportasi untuk memberikan pelatihan yang baik dan tepat dari ahli berlisensi terpercaya, agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

Baca juga: Deretan fakta insiden minibus tabrak siswa di SDN Kalibaru 01 JakutPewarta: Chairul RohmanEditor: Risbiani FardaniahCopyright © ANTARA 2026