Xiaomi dikabarkan sedang mengembangkan generasi kedua chipset mereka, XRING O2, yang akan membawa perubahan besar dalam strategi produk perusahaan. Chipset ini diperkirakan tetap dibuat dengan proses manufaktur 3nm dari TSMC, namun menyasar pasar yang lebih luas, termasuk tablet, PC, dan kendaraan listrik.
Menurut laporan Cailian Press pada Selasa, 20 Januari 2026, XRING O2 akan menggunakan proses N3P dari TSMC, generasi ketiga teknologi 3nm mereka. Xiaomi memilih untuk tidak langsung beralih ke proses 2nm terbaru agar dapat lebih fokus pada kestabilan dan kematangan teknologi, terutama karena perangkat target membutuhkan performa tinggi dan manajemen daya yang andal.
Strategi ini dianggap tepat untuk perangkat yang membutuhkan konsumsi daya besar seperti laptop dan mobil listrik, di mana keandalan dan efisiensi energi jangka panjang menjadi faktor utama. Getwebpress menilai Xiaomi menerapkan pendekatan yang hati-hati namun ambisius dalam pengembangan semikonduktor mereka.
Penggunaan XRING O2 tidak akan terbatas pada ponsel pintar. Sumber internal menyatakan bahwa chipset ini awalnya akan dipasang pada tablet Xiaomi Pad, kemudian diperluas ke lini komputer dan mobil listrik perusahaan. Langkah ini menandai perubahan besar dalam rencana Xiaomi, menjadikan XRING sebuah solusi serbaguna serupa dengan strategi Apple yang menggunakan prosesor seri M pada iPad dan MacBook mereka.
Kehadiran XRING O2 di laptop juga membuka peluang Xiaomi bersaing serius di pasar Windows on Arm, berkat kemampuan mengoptimalkan sistem operasi Xiaomi HyperOS agar dapat memanfaatkan SoC kustom ini secara maksimal.
Fondasi XRING O1
Untuk memahami potensi XRING O2, penting untuk meninjau pendahulunya. XRING O1, yang diumumkan pada ulang tahun ke-15 Xiaomi di Mei 2025, mendapat perhatian berkat spesifikasinya yang mampu bersaing dengan chipset flagship. Chip ini mengusung arsitektur 10 inti dengan dua core super yang mencapai kecepatan hingga 3,9 GHz.
Selain itu, XRING O1 menggunakan GPU Immortalis-G925 yang diklaim lebih efisien daya dibanding Apple A18 Pro. Dengan lebih dari 19 miliar transistor dan skor AnTuTu di atas 3 juta, ini menjadi dasar kuat bagi penerusnya yang lebih cepat.
Visi “Reuni Akbar” Lei Jun
Pengembangan hardware ini selaras dengan visi CEO Xiaomi, Lei Jun, yang menantikan pencapaian besar pada 2026 yang disebutnya sebagai “reuni akbar”. Visi tersebut bertujuan mengintegrasikan tiga pilar utama dalam satu ekosistem: chip hasil pengembangan sendiri, sistem operasi Xiaomi HyperOS, dan model AI yang juga dikembangkan in-house.
Jika XRING O2 dapat mengoptimalkan performa mobil dan komputer Xiaomi, maka perusahaan akan mencapai integrasi vertikal dalam industri dengan cara yang hanya sedikit perusahaan lain berhasil lakukan. Ini menegaskan komitmen Xiaomi untuk mengurangi ketergantungan pada penyedia pihak ketiga pada produk inti mereka di masa depan.
Untuk informasi menarik lainnya, kunjungi GETWEBPRESS.COM!