Kejaksaan Tinggi Kalimantan Tengah Panggil Saksi dalam Kasus Dugaan Korupsi KPU Kotawaringin Timur
Palangka Raya (ANTARA) – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Tengah (Kalteng) melanjutkan penyelidikan kasus dugaan korupsi dana hibah pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kotawaringin Timur (Kotim) yang diperkirakan mencapai Rp 40 miliar. Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Kalteng, Wahyudi Eko Husodo, mengungkapkan bahwa pihaknya akan memanggil komisioner, bendahara, dan sekretaris KPU Kotim sebagai saksi.
Pemanggilan saksi dijadwalkan untuk dilakukan pada minggu depan, di mana tindakan ini merupakan bagian dari upaya untuk mengumpulkan keterangan terkait pertanggungjawaban fiktif dari beberapa kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka Pilkada 2024. “Ini langkah kami dalam menegakkan keadilan dan mengungkap kebenaran tentang pengelolaan anggaran publik yang harus digunakan secara akuntabel,” ujar Wahyudi dalam keterangannya di Palangka Raya, Rabu.
Sebelumnya, Kejati Kalteng telah menaikkan status penanganan kasus ini dari penyelidikan ke tahap penyidikan. Tindakan ini diambil setelah tim jaksa dan penyidik melakukan penggeledahan di kantor KPU Kotim dan kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) pada Senin, 12 Januari. Penggeledahan ini juga mencakup tempat-tempat lain yang berhubungan erat dengan proses pengadaan barang dan jasa untuk acara pemilihan.
Dari hasil penggeledahan, Kejati berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk 23 unit handphone, 18 unit laptop, dan 1 unit netbook, yang kini tengah dalam pemeriksaan lebih lanjut.
Kejati Kalteng berkomitmen untuk menjalankan seluruh proses penyelidikan dan penyidikan dengan transparan dan sesuai prosedur hukum, guna memastikan keadilan bagi masyarakat. Pengolahan anggaran yang benar dan akuntabel menjadi fokus utama dalam penanganan kasus ini, agar tidak terulang kembali di masa mendatang.
Baca Juga:
- DPRD Kotim Kooperatif Terkait Penggeledahan oleh Kejati
- Kejati Kalteng Geledah KPU, Kesbangpol hingga Setwan Kotim
- Korsleting Listrik Dominasi Penyebab Kebakaran di Kotim Sepanjang 2025