Daerah  

Terungkap! Korsleting Listrik Jadi Penyebab Utama Kebakaran di Kotim Tahun 2025

blank
Terungkap! Korsleting Listrik Jadi Penyebab Utama Kebakaran di Kotim Tahun 2025

Penyebab Kebakaran Bangunan di Kotawaringin Timur Didominasi Korsleting Listrik

Sampit (ANTARA) – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2025, kebakaran bangunan di wilayah setempat sebagian besar disebabkan oleh masalah instalasi listrik, terutama korsleting atau hubungan pendek arus listrik.

“Sepanjang 2025 lalu, kami menangani 95 kasus kebakaran. Dari total tersebut, kebakaran bangunan menjadi yang terbanyak dengan faktor utama adalah korsleting listrik,” ungkap Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdamkarmat Kotim, Atimaraahini, dalam keterangannya di Sampit, Selasa (13/1/2026).

Atimaraahini merincikan bahwa dari total 95 kasus kebakaran, terdapat 50 kasus kebakaran bangunan, 32 kasus kebakaran lainnya, dan 13 kasus kebakaran lahan. Investigasi menunjukkan bahwa masalah kelistrikan menjadi pemicu utama di 50 lokasi kejadian kebakaran. Selain itu, faktor kelalaian manusia juga cukup signifikan dengan teridentifikasi 21 kasus, serta beberapa kebakaran disebabkan oleh kebocoran gas Elpiji dan kompor, termasuk beberapa yang bersifat disengaja.

Menanggapi hal ini, Atimaraahini menghimbau masyarakat agar lebih waspada dalam menggunakan alat elektronik di rumah tangga. “Langkah pencegahan dini sangat diperlukan untuk menekan angka kecelakaan akibat kegagalan teknis maupun kelalaian personal,” tegasnya. Ia mengingatkan agar masyarakat memperhatikan peralatan listrik saat meninggalkan rumah, demi menjaga keamanan pribadi dan lingkungan sekitar.

Di samping itu, Atimaraahini juga menekankan perlunya pemeriksaan menyeluruh pada area dapur sebelum penghuni beraktivitas di luar rumah. “Pastikan kompor sudah dimatikan dan dalam kondisi aman sebelum ditinggal. Ini adalah prosedur keselamatan dasar yang harus dipatuhi oleh semua masyarakat,” tambahnya.

Selain menangani kasus kebakaran, Disdamkarmat Kotim juga berhasil menjalankan 704 operasi penyelamatan (rescue) non-kebakaran. Penanganan satwa liar, seperti evakuasi ular dan sarang lebah, menjadi layanan paling banyak diminta oleh warga. “Kami juga menyediakan layanan pelepasan cincin, penanganan kendaraan, evakuasi pohon tumbang, serta penanganan tumpahan minyak di jalan raya demi menjamin keselamatan warga,” tutup Atimaraahini.

Dengan adanya informasi ini, diharapkan masyarakat semakin waspada dan proaktif dalam menjaga keamanan kebakaran di lingkungan tinggal mereka.