Daerah  

Teknik Cerdas Cegah Narkoba: Usulan Pembangunan Posko di Eks Golden Sampit!

blank
Teknik Cerdas Cegah Narkoba: Usulan Pembangunan Posko di Eks Golden Sampit!

Pembangunan Posko Terpadu Usulan GDAN untuk Cegah Narkoba di Sampit

Sampit, Kalimantan Tengah (ANTARA) — Gerakan Dayak Anti Narkoba (GDAN) Kalimantan Tengah telah mengusulkan pembangunan posko terpadu di belakang bekas Gedung Bioskop Golden Theater di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur. Usulan ini disampaikan oleh Ketua GDAN Kalteng, Sadagori Henoch Binti, dalam kegiatan sosialisasi yang diinisiasi oleh Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Kotim, Senin (13/01/2026).

Menurut Sadagori, lokasi tersebut dikenal rawan terjadinya jual beli narkoba, dan pembangunan posko terpadu diharapkan menjadi solusi konkret untuk memutus akses peredaran narkoba yang selama ini sulit disentuh oleh aparat penegak hukum. Ia membandingkan situasi di kawasan belakang eks Golden dengan rencana penanganan yang dijadwalkan di Kampung Puntun, Palangka Raya, yang dinilai lebih parah.

“Posko terpadu itu dijaga 24 jam oleh tim gabungan TNI, Polri, BNNK, serta tokoh adat dan agama. Saya prediksi cukup tiga bulan dijaga, barang mereka tidak laku dan mereka akan lari sendiri,” ungkap Sadagori.

Rencana pembangunan ini mendapatkan dukungan dari Gubernur Kalteng, Kapolda Kalteng, dan Wali Kota Palangka Raya, dengan harapan akan cahaya baru dalam penanganan kasus narkoba di daerah tersebut. Posko ini direncanakan akan dibangun di lokasi-lokasi yang selama ini sering digunakan untuk transaksi narkoba.

Sadagori menekankan bahwa pola penanganan seperti ini perlu diadopsi di Kotim, melibatkan semua elemen masyarakat, pemerintah daerah, dan aparat penegak hukum. “Penjagaan di jalan menuju lokasi transaksi menjadi kunci utama agar kawasan eks Golden tidak lagi menjadi magnet bagi para pelaku kriminal,” tambahnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya dukungan anggaran dan legalitas dari pemerintah daerah untuk memastikan personel di lapangan dapat bekerja dengan maksimal. Harapannya, dengan hadirnya posko tersebut, masyarakat akan semakin berani untuk melapor dan bekerja sama dalam upaya pemberantasan narkoba, karena merasa terlindungi oleh kehadiran petugas.

Dari hasil dialog dengan warga setempat, terungkap bahwa masyarakat sangat merindukan lingkungan yang bersih namun merasa takut untuk melapor. Aktivitas ilegal yang merusak citra wilayah mereka memicu kekhawatiran di kalangan warga. Mereka pun menyatakan dukungan penuh terhadap usulan pembangunan posko terpadu, sebagai langkah penting dalam menciptakan kawasan yang aman dan bersih dari narkoba.

“Ketika kawasan ini dijaga dan dengan pertolongan Tuhan, maka saya yakin kawasan belakang eks Golden ini akan bersih dari jaringan narkoba,” pungkas Sadagori, membuktikan komitmennya terhadap upaya pemberantasan narkoba di Kalimantan Tengah.