Tekno  

Sensor SuperTac China Meningkatkan Kemampuan Sentuhan Robot Humanoid ke Tingkat Lebih Tinggi, Terinspirasi oleh Mata Merpati

blank
Sensor SuperTac China Meningkatkan Kemampuan Sentuhan Robot Humanoid ke Tingkat Lebih Tinggi, Terinspirasi oleh Mata Merpati

Para peneliti dari Shenzhen International Graduate School, Universitas Tsinghua, Tiongkok, baru-baru ini mengumumkan terobosan revolusioner dalam bidang robotika. Mereka berhasil mengembangkan Sensor SuperTac, sebuah inovasi yang dirancang untuk mengatasi tantangan utama dalam kemampuan sentuhan robot humanoid.

Proyek ambisius ini bertujuan agar robot humanoid dapat merasakan dan memahami dunia fisik dengan tingkat presisi yang setara dengan manusia. Inspirasi utama pengembangan sensor ini berasal dari struktur visual unik mata merpati, sebagaimana dikutip oleh Getwebpress.

Baca lebih banyak artikel informatif di Getwebpress melalui situs GETWEBPRESS.COM.

### Inovasi Sensor Multimodal Beresolusi Tinggi

SuperTac merupakan sensor taktil multimodal dengan resolusi sangat tinggi yang mengombinasikan pencitraan multispektral — mulai dari ultraviolet hingga inframerah menengah — dengan sinyal penginderaan triboelektrik. Kulit sensor yang ultra-tipis dan berlapis-lapis ini mampu menghasilkan resolusi hingga tingkat mikrometer.

Sensor ini tidak hanya mendeteksi gaya dan posisi kontak, tetapi juga mampu mengukur suhu, kedekatan (proximity), serta getaran secara bersamaan. Selain itu, SuperTac dapat mengidentifikasi berbagai jenis material, tekstur, slip, tabrakan, dan bahkan warna dengan akurasi lebih dari 94 persen.

### Peran Penting dalam Kecerdasan Embodied

Perkembangan kecerdasan embodied atau embodied intelligence yang semakin pesat mengharuskan robot bergerak dari lingkungan pabrik yang terkontrol ke lingkungan yang fokus pada interaksi manusia. Pergeseran ini menuntut kemampuan baru, khususnya sensor taktil beresolusi tinggi dan persepsi multimodal yang kuat agar robot dapat dengan lebih baik memahami kontak fisik.

Sebelumnya, sensor taktil yang ada sering terhalang oleh keterbatasan resolusi dan integrasi data yang lemah, sehingga kemampuan sentuhan menjadi hambatan utama dalam evolusi robotika. Sensor SuperTac hadir sebagai solusi untuk mengatasi kendala tersebut.

Selain pengembangan sensor, tim peneliti juga menciptakan Model Bahasa Taktil bernama DOVE dengan kapasitas 850 juta parameter. Model ini berfungsi untuk menerjemahkan data sentuhan yang kompleks, memperkuat kemampuan sensor SuperTac.

Riset penting ini dilakukan melalui kolaborasi yang luas dengan berbagai institusi domestik dan internasional. Hasil studi tentang Sensor SuperTac telah dipublikasikan pada 15 Januari di jurnal bergengsi Nature Sensors.