Daerah  

Raih Kebahagiaan! Besei Kambe di Sungai Mentaya Warnai FBHH 2026!

blank
Raih Kebahagiaan! Besei Kambe di Sungai Mentaya Warnai FBHH 2026!

Festival Budaya Habaring Hurung 2026: Tradisi Besei Kambe Menggugah Semangat Warga Kotawaringin Timur

Oleh: [Nama Penulis]
Sampit, Kalimantan Tengah – Tradisi Besei Kambe kembali menyemarakkan Sungai Mentaya, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), dengan sorak-sorai masyarakat yang antusias menyaksikan lomba tersebut. Besei Kambe kali ini menjadi salah satu cabang lomba dalam Festival Budaya Habaring Hurung (FBHH) 2026, di mana para peserta bukan hanya dari Kotim, tetapi juga mencakup berbagai kecamatan.

Koordinator Lomba Besei Kambe, Falwi, menyatakan, “Tahun ini antusiasme masyarakat cukup tinggi, baik dari segi peserta maupun penonton.” Sebanyak 20 tim berpartisipasi, terdiri dari 14 tim putra dan 6 tim putri. Lokasi perlombaan berpusat di Kelurahan Mentaya Seberang, Kecamatan Seranau.

Besei Kambe merupakan olahraga tradisional suku Dayak di Kalimantan Tengah yang unik. Dalam lomba ini, dua tim, masing-masing beranggotakan dua orang, mendayung perahu sambil duduk saling membelakangi. Kegiatan ini mengandalkan kekuatan fisik akin dengan tarik tambang di atas air, menjadikannya lebih berat daripada lomba dayung biasa. Persaingan ketat pun terjadi, semua tim berjuang untuk meraih posisi juara.

Falwi menambahkan, “Dari perlombaan ini, kita akan menentukan juara untuk mewakili Kotim di Festival Budaya Isen Mulang (FBIM). Namun, pemenangnya tidak akan langsung diberangkatkan ke tingkat provinsi. Mereka akan menjalani pemusatan latihan terlebih dahulu.” Di samping itu, kemungkinan juara dua atau tiga juga akan diberangkatkan jika mereka dinilai lebih siap secara fisik.

Langkah seleksi yang ketat diambil untuk meningkatkan prestasi Kotim, yang mengalami penurunan dalam empat tahun terakhir. “Target kami pada Festival Budaya Isen Mulang nanti, besei kambe harus bisa meraih juara minimal dua,” ungkap Falwi dengan penuh harapan.

Untuk mendukung kelancaran acara, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim telah menyiagakan lima personel dan satu unit speedboat untuk memantau potensi kecelakaan air. Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, mengungkapkan bahwa pengawasan dilakukan sinergis bersama Ditpolairud, Basarnas, KSOP, dan PMI untuk menjaga situasi tetap kondusif.

“Setiap kegiatan kami menerjunkan lima orang personel yang bersiaga menggunakan satu unit speedboat di sekitar lokasi,” jelas Multazam. Tugas utama tim ini adalah pengamanan, pengawasan, dan pencegahan risiko kecelakaan air selama acara berlangsung.

Kehadiran tim gabungan ini diharapkan memberikan rasa aman untuk masyarakat yang ikut hadir menyaksikan FBHH. Berkat kesiapsiagaan petugas, rangkaian lomba di perairan sejauh ini berlangsung aman dan kondusif, tanpa laporan insiden kecelakaan air.

Festival Budaya Habaring Hurung 2026 bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi juga langkah penting untuk pelestarian budaya dan tradisi, mendukung kebangkitan kembali semangat warga Kotawaringin Timur.