Jakarta, Getwebpress.com – Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka menegaskan bahwa kehadiran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di pasar internasional membuktikan Indonesia bukan sekadar konsumen, tetapi juga produsen teknologi digital yang mampu bersaing secara global. Dalam pernyataannya yang diunggah melalui video resmi Sekretariat Wapres, Minggu (18/5), Gibran menyebut QRIS sebagai inovasi kebanggaan nasional yang kini sudah melintasi batas-batas negara di kawasan Asia.
“QRIS bukan hanya jago kandang. Sekarang sudah bisa digunakan di Thailand, Malaysia, Singapura, dan dalam waktu dekat di Jepang dan Korea Selatan. Ini adalah bukti bahwa kita tidak hanya konsumsi teknologi, tapi mampu produksi dan ekspor teknologi digital sendiri,” tegas Gibran.
Pernyataan ini menandai tonggak penting dalam sejarah transformasi digital Indonesia, khususnya di sektor pembayaran elektronik yang semakin diakui secara internasional.
QRIS dan Diplomasi Ekonomi Digital Kawasan Asia
Dikembangkan oleh Bank Indonesia (BI) bersama Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI), QRIS tidak hanya menjadi sistem pembayaran digital yang terintegrasi secara nasional, tetapi kini juga merambah ke platform pembayaran lintas negara.
Kemajuan ini merupakan hasil dari kerja sama bilateral dan regional yang dijalin oleh Indonesia dengan negara-negara di Asia Tenggara dan Asia Timur, termasuk dalam forum seperti ASEAN dan G20 Digital Economy Working Group.
“Kolaborasi yang dibangun BI dengan bank sentral negara-negara tetangga mencerminkan diplomasi ekonomi digital Indonesia yang aktif dan progresif,” kata Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta dalam wawancara sebelumnya.
Mendukung Kedaulatan Digital dan Ekonomi Nasional
Wapres Gibran juga menekankan bahwa kehadiran QRIS menjadi bagian integral dalam menjaga kedaulatan bangsa di bidang keuangan dan teknologi digital. Ia mengutip pernyataan Presiden RI Prabowo Subianto bahwa industri keuangan merupakan benteng utama dalam menjaga kedaulatan negara.
“Industri keuangan adalah garda terdepan dalam menjaga kedaulatan bangsa. Dan QRIS merupakan bagian dari ekosistem industri keuangan nasional yang kita bangun sendiri,” ujar Gibran.
Dalam era globalisasi digital, kemandirian teknologi menjadi pilar penting untuk memastikan bahwa Indonesia tidak tergantung pada sistem keuangan asing yang dapat menimbulkan risiko sistemik, baik secara ekonomi maupun geopolitik.
QRIS dan UMKM: Solusi Pembayaran Digital untuk Rakyat
Salah satu dampak nyata QRIS adalah peningkatan inklusi keuangan, terutama di kalangan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Menurut Gibran, QRIS menjadi solusi praktis yang menjawab tantangan pembayaran nontunai di berbagai lapisan masyarakat.
“QRIS tidak hanya memudahkan customer. Lebih dari itu, QRIS mempermudah transaksi untuk pedagang kaki lima, warung kelontong, usaha rumahan, hingga pasar tradisional. Ini teknologi yang membumi,” tuturnya.
Data dari Bank Indonesia menunjukkan bahwa 93% merchant pengguna QRIS saat ini berasal dari sektor UMKM. Hal ini menjadi indikator kuat bahwa adopsi teknologi digital telah menjangkau akar rumput ekonomi nasional.
QRIS dalam Angka: Capaian Luar Biasa
Implementasi QRIS secara nasional sejak diluncurkan pada 2019 menunjukkan perkembangan yang sangat signifikan:
-
Lebih dari 30 juta merchant terdaftar di seluruh Indonesia.
-
93% merupakan pelaku UMKM, menunjukkan tingkat inklusivitas yang tinggi.
-
Digunakan oleh lebih dari 30 juta pengguna aktif.
-
Transaksi bulanan mencapai ratusan triliun rupiah.
-
Telah terintegrasi lintas negara: Malaysia, Thailand, Singapura, dan segera menyusul Jepang dan Korea Selatan.
Melalui integrasi lintas negara, QRIS kini menjadi bagian dari sistem Cross-Border QR Payment Linkage, yaitu skema kerja sama antarnegara yang memungkinkan konsumen dan pelaku usaha melakukan transaksi lintas batas hanya dengan satu kode QR.
Teknologi Lokal, Efek Global
Salah satu kekuatan utama dari QRIS adalah bahwa ia dikembangkan dan dioperasikan sepenuhnya oleh lembaga dalam negeri, termasuk Bank Indonesia, ASPI, dan penyedia jasa sistem pembayaran nasional. Hal ini menjadikan QRIS sebagai contoh teknologi lokal yang mampu memberikan dampak global.
Dalam konteks ekonomi digital, QRIS adalah cerminan dari semangat “Bela dan Beli Produk Dalam Negeri”, tetapi dalam bentuk inovasi teknologi. Ketika dunia tengah berlomba-lomba dalam digitalisasi keuangan, Indonesia mampu membuktikan bahwa inovasi asli anak bangsa bisa bersaing dan bahkan diadopsi oleh negara lain.
Menuju Ekonomi Digital yang Berdaulat dan Inklusif
Gibran menekankan pentingnya semua pihak — mulai dari regulator, pelaku usaha, hingga masyarakat umum — untuk mendukung dan menggunakan teknologi buatan dalam negeri, seperti QRIS, guna mewujudkan ekonomi digital yang inklusif dan berdaulat.
“QRIS adalah salah satu contoh bahwa kita bisa. Maka, mari kita dukung dan perkuat ekosistem digital nasional agar tidak kalah di pasar global,” pungkasnya.
Dengan QRIS sebagai salah satu tonggak utama, Indonesia dipandang mampu menjadi pemain penting dalam ekonomi digital Asia, sekaligus menginspirasi negara-negara berkembang lainnya bahwa kemandirian teknologi adalah kunci masa depan.