Jakarta (getwebpress) – Setelah meluncurkan mobil listrik pertamanya, G3 dan G3+, pada perayaan 50 tahun bisnis mereka Mei 2025 lalu, Polytron memberikan sinyal akan segera meluncurkan mobil listrik terbarunya.
“Pasti CKD (dirakit lokal), enggak mungkin kita balik lagi, kan insentif sudah tidak ada untuk CBU (impor utuh),” ujar Direktur Komersil Polytron Tekno Wibowo saat ditanyakan mengenai produk baru tersebut di Jakarta, Selasa.
Ketika ditanya apakah mobil tersebut akan memiliki platform SUV seperti G3 dan G3+, Tekno menyebut, “Mungkin juga.”
Diketahui, Polytron G3 dan G3+ merupakan hasil kerja sama Polytron dengan pabrikan asal China, Skyworth, dan merupakan rebadge dari Skyworth K (juga dikenal sebagai Skywell ET5), yang disesuaikan untuk pasar Indonesia.
Belum banyak informasi yang diberikan, namun, Tekno menyatakan bahwa perusahaan tidak menutup kemungkinan untuk bekerja sama dengan pihak lain, tidak hanya dengan Skyworth.
“Kami bekerja sama tidak hanya dengan satu mitra saja, tergantung, kami tidak pernah membatasi dengan satu mitra saja, yang penting mereka memiliki produk yang sesuai dengan kebutuhan di Indonesia,” jelas Tekno.
Baca juga: Polytron hadirkan perangkat isi daya cepat portabel motor listrik
“Kalau memang ada dari luar China, kami juga terbuka, mungkin dari India, nanti ditunggu saja,” tambahnya.
Di sisi lain, Tekno mengungkapkan bahwa Polytron mengambil langkah yang konservatif dalam memasarkan mobil listriknya sepanjang tahun ini. Perusahaan tidak menetapkan target pertumbuhan penjualan yang agresif dan memilih untuk fokus pada edukasi konsumen.
Polytron menilai pendekatan ini penting di tengah persaingan harga yang semakin sengit di pasar mobil listrik. Menurut Tekno, harga murah bukan satu-satunya indikator kualitas, terutama jika produk tersebut tidak sesuai dengan kebutuhan dan kondisi penggunaan di Indonesia.
Oleh karena itu, Polytron lebih menekankan pemahaman konsumen terhadap manfaat, kecocokan, dan keberlanjutan produk dibandingkan mengejar lonjakan penjualan atau pangsa pasar dalam waktu singkat.
Meski tetap optimis akan mencatat pertumbuhan, Polytron menegaskan tidak ingin terburu-buru mengikuti strategi merek lain yang mengutamakan ekspansi cepat.
Perusahaan menyadari bahwa peningkatan pangsa pasar (market share) harus disertai dengan kesiapan dukungan layanan. Saat ini, Tekno menyatakan bahwa Polytron masih mengembangkan jaringan secara bertahap dengan pendekatan konsultatif sambil berusaha memiliki diler resmi. “Kami yakin persaingan di mobil ini akan cukup panjang, akan maraton, dan kami tidak mau kehabisan nafas dulu di awal-awal,” imbuhnya.
Baca juga: Polytron dikabarkan sedang membangun pengisi daya cepat portabel
Baca juga: Lepas bakal sajikan mobil listrik E4 pada ajang IIMS 2026 Pewarta: Pamela Sakina Editor: Indriani Copyright © getwebpress 2026