Normalisasi Drainase di Palangka Raya: Upaya Preventif Cegah Banjir
Palangka Raya, Kalimantan Tengah (ANTARA) – Pemerintah Kota Palangka Raya terus berkomitmen untuk mencegah banjir di daerah perkotaan dengan menggencarkan program normalisasi drainase. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Palangka Raya, Fahrial Anchar, menjelaskan bahwa langkah ini tengah diimplementasikan di beberapa lokasi strategis, termasuk Kawasan Pasar Rajawali dan Jalan Cristopel Mihing.
Fahrial Anchar mengungkapkan bahwa normalisasi ini bertujuan untuk mengoptimalkan fungsi drainase yang terhambat oleh pendangkalan dan bangunan yang tidak memadai. “Penataan kawasan dengan normalisasi ini bertujuan untuk mengembalikan ruang milik jalan agar dapat berfungsi optimal,” ujarnya saat memberikan keterangan di Palangka Raya, Rabu.
Upaya normalisasi ini tidak dilakukan secara sepihak, melainkan melibatkan tim gabungan dari berbagai perangkat daerah. “Permasalahan di lapangan memerlukan penanganan bersama,” tambahnya, menegaskan pentingnya kolaborasi antarinstansi demi keberhasilan program ini.
Dinas PUPR Palangka Raya mengedepankan fungsi drainase yang efektif agar genangan air dapat diminimalkan, terutama di daerah dengan aktivitas yang tinggi seperti pasar. Penataan yang dilakukan mencakup bodi jalan, bahu jalan, dan saluran drainase, dengan harapan agar penataan ini bersifat menyeluruh.
Sebagai bagian dari program perbaikan, pemangkasan pohon dan pengaturan kabel di Kawasan Pasar Rajawali juga menjadi fokus utama. “Kami ingin kolaborasi ini berjalan optimal, sehingga ruang milik jalan dan drainase dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” jelas Fahrial.
Program normalisasi drainase ini akan terus diperluas dengan menyentuh titik-titik rawan banjir lainnya di kota tersebut, sesuai arahan Wali Kota Palangka Raya. Selain itu, masyarakat diharapkan dapat berpartisipasi aktif dengan tidak membuang sampah sembarangan yang dapat mengakibatkan penyumbatan pada drainase.
“Kolaborasi antara tim Satgas dan masyarakat merupakan kunci keberhasilan dalam menghadapi potensi bencana banjir. Mari bersama-sama ciptakan lingkungan yang aman dan nyaman,” tutupnya.
Dengan upaya dan kesadaran bersama, diharapkan masalah banjir di Palangka Raya dapat diminimalisir, meningkatkan kualitas hidup masyarakat perkotaan.