Daerah  

Pemkot Jakarta Timur Edukasi 200+ Warga Soal Tata Cara Pemotongan Hewan Kurban yang Halal dan Sehat

blank
Pemkot Jakarta Timur Edukasi 200+ Warga Soal Tata Cara Pemotongan Hewan Kurban yang Halal dan Sehat
Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Timur melakukan sosialisasi tata cara pemotongan hewan kurban yang halal dan thayyib di Kantor Walikota Jakarta Timur, Rabu (21/5/2025).

Jakarta, Getwebpress.com – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah, Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur kembali menggelar sosialisasi rutin tahunan terkait tata cara pemotongan hewan kurban. Acara yang digelar pada Rabu (21/5) ini diikuti lebih dari 200 peserta luring dan 150 peserta daring dari berbagai elemen masyarakat, khususnya pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), instansi terkait, dan panitia kurban.

Sosialisasi ini bertujuan untuk memastikan pelaksanaan penyembelihan hewan kurban berjalan sesuai syariat Islam, standar kesehatan masyarakat, dan prinsip halal dan tayyib (baik dan higienis).

Komitmen Pemkot Jakarta Timur: Kurban Harus Sesuai Syariat dan Kesehatan

Asisten Perekonomian, Pembangunan dan Lingkungan Hidup Kota Administrasi Jakarta Timur, Fauzi, menegaskan pentingnya pelaksanaan ibadah kurban yang tidak hanya sah secara agama, tetapi juga aman dan sehat secara medis.

“Hari ini kami memberikan materi sosialisasi tentang tata cara penyembelihan hewan kurban yang baik, benar, sehat, dan halal. Peserta yang hadir Alhamdulillah banyak, lebih dari 200 orang hadir langsung,” ujar Fauzi dalam sambutannya di Aula Kantor Wali Kota Jakarta Timur.

Acara ini tidak hanya ditujukan kepada panitia kurban dari masjid-masjid di 10 kecamatan, tapi juga melibatkan 20 instansi pemerintah serta petugas dari satuan pelaksana Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Timur.

Sosialisasi Luring dan Daring: Menjangkau Lebih Banyak Masyarakat

Sebagai bentuk antisipasi dan keterbukaan informasi, Pemkot Jakarta Timur juga menggelar sesi sosialisasi daring melalui aplikasi Zoom, yang diikuti oleh lebih dari 150 peserta tambahan. Peserta daring terdiri dari warga sekitar, pengurus DKM, hingga masyarakat umum yang tertarik memahami tata laksana kurban secara benar.

“Antusias masyarakat sangat besar. Kami melihat perlunya kombinasi luring dan daring agar informasi dapat menjangkau lebih luas. Ini bukti bahwa masyarakat kita semakin peduli terhadap aspek syariah dan kesehatan dalam berkurban,” jelas Fauzi.

Tujuan Sosialisasi: Meningkatkan Kualitas Ibadah dan Daging Kurban

Fauzi menekankan bahwa pengurus masjid dan panitia kurban memegang amanah besar dari para shohibul qurban (orang yang berkurban). Oleh karena itu, pemahaman tentang tata cara penyembelihan yang sesuai dengan hukum syariah sangat krusial agar ibadah tersebut dapat diterima di sisi Allah SWT.

“Mereka menerima amanah ini sebagai panitia. Maka, pelaksanaannya harus sesuai syariat agar ibadah kurban ini sah dan membawa manfaat. Bukan sekadar penyembelihan, tetapi harus dilakukan dengan ilmu dan adab,” imbuhnya.

Tak hanya menyentuh aspek syariah, edukasi juga berfokus pada aspek kesehatan hewan kurban, baik sebelum maupun sesudah penyembelihan. Panitia diharapkan mampu mengidentifikasi tanda-tanda hewan yang sehat, layak disembelih, dan aman untuk dikonsumsi.

Harapan Pemkot: Kurban 2025 Lebih Baik, Jumlah Hewan Meningkat

Fauzi menyampaikan harapan bahwa pelaksanaan kurban tahun ini bisa lebih baik dari tahun sebelumnya. Ia optimistis bahwa jumlah hewan kurban yang disembelih tahun ini dapat meningkat dua kali lipat, mengingat antusiasme masyarakat yang terus tumbuh setiap tahunnya.

“Tahun kemarin kita menyembelih sekitar 20 ribuan hewan kurban. Mudah-mudahan tahun ini bisa mencapai dua kali lipat, tentu dengan kualitas dan manajemen pelaksanaan yang juga meningkat,” ujar Fauzi.

Materi Lengkap dan Praktis: Kolaborasi MUI dan Akademisi IPB

Sosialisasi ini menghadirkan dua narasumber berkompeten, yaitu KH Abdul Muis Ali, Sekretaris Komisi Fatwa MUI Jakarta Timur, dan Danang Dwi Cahyadi, Dosen dari Universitas Pertanian Bogor (IPB), yang memberikan paparan mendalam mulai dari aspek fikih kurban hingga teknik penyembelihan yang baik dan benar.

Menurut Kepala Suku Dinas KPKP Jakarta Timur, Taufik Yulianto, materi disusun agar aplikatif dan mudah dipahami oleh panitia kurban dari berbagai latar belakang.

“Kita berikan pelatihan komprehensif tentang tata pelaksanaan Idul Adha, mulai dari pemilihan hewan, penyembelihan, pemeriksaan kesehatan hingga pendistribusian daging kurban,” ungkap Taufik.

Tujuan utama dari pelatihan ini adalah untuk meningkatkan keterampilan teknis serta wawasan keagamaan panitia, sehingga dapat menjamin daging kurban yang sampai ke masyarakat benar-benar berkualitas dan layak konsumsi.

Peran KPKP Jakarta Timur: Jaminan Daging Aman dan Sehat

Suku Dinas KPKP memiliki peran penting dalam menjamin kesehatan hewan kurban. Dalam praktiknya, KPKP akan menerjunkan petugas untuk melakukan pemeriksaan antemortem dan postmortem, yakni sebelum dan sesudah penyembelihan.

Taufik juga menegaskan bahwa hewan kurban harus terbebas dari penyakit menular seperti antraks, PMK (penyakit mulut dan kuku), atau zoonosis lainnya. Dengan begitu, masyarakat bisa merasa aman saat mengonsumsi daging kurban yang mereka terima.

“Kalau panitia tahu cara periksa awal dan mengenali tanda-tanda hewan sakit, maka kualitas daging bisa dijaga. Ini penting untuk keamanan pangan dan kesehatan masyarakat,” tegasnya.

Kurban Halal dan Tayyib: Sebuah Tanggung Jawab Kolektif

Salah satu sorotan utama dalam sosialisasi ini adalah pentingnya prinsip halal dan tayyib dalam penyembelihan. Prinsip ini menekankan bahwa selain sah secara agama, makanan yang dikonsumsi umat Islam juga harus bersih, sehat, dan tidak membahayakan tubuh.

Dengan pengetahuan yang memadai, para panitia kurban akan memiliki kesadaran lebih tinggi terhadap sanitasi, alat penyembelihan, serta penyimpanan dan distribusi daging. Hal ini tidak hanya memperkuat nilai ibadah, tapi juga menyehatkan masyarakat penerima daging kurban.

Dukungan untuk Kurban Digital dan Transparansi Distribusi

Di era digital saat ini, sosialisasi juga menyentuh penggunaan teknologi dalam mendukung proses kurban, seperti penggunaan aplikasi untuk donasi hewan kurban secara daring, pelaporan transparan, serta pencatatan penerima daging agar lebih adil dan merata.

Pemkot Jakarta Timur turut mendorong masyarakat untuk mulai mempertimbangkan sistem distribusi berbasis data, agar tidak terjadi penumpukan daging di satu titik dan kekosongan di tempat lain.

Menuju Idul Adha 2025: Pemkot Siap Fasilitasi Pengawasan dan Edukasi Lanjutan

Menjelang Hari Raya Idul Adha yang tinggal beberapa pekan lagi, Pemkot Jakarta Timur menyatakan kesiapan penuh untuk mendampingi masyarakat dalam pelaksanaan kurban, termasuk penyediaan petugas pemeriksa hewan dan fasilitas penyembelihan yang higienis.

Fauzi menyampaikan bahwa jika dibutuhkan, pihaknya siap menggelar sesi tambahan atau pendalaman materi agar seluruh panitia kurban, terutama dari masjid-masjid kecil dan komunitas lokal, dapat ikut serta dan melaksanakan ibadah kurban dengan benar.