Ekobis  

Muhammadiyah Tegaskan Belum Akan Dirikan Bank Umum Syariah, Fokus Kuatkan BPRS Matahari

blank
Muhammadiyah Tegaskan Belum Akan Dirikan Bank Umum Syariah, Fokus Kuatkan BPRS Matahari
Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas dalam wawancara cegat seusai konferensi pers di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah Jakarta, Rabu (4/6/2025).

JAKARTA, Getwebpress.com — Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menegaskan bahwa saat ini organisasi tersebut belum berencana mendirikan Bank Umum Syariah (BUS). Fokus utama Muhammadiyah saat ini adalah memperkuat posisi dan kinerja Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) yang ada di bawah naungan persyarikatan, khususnya BPRS Matahari yang baru dikonversi dari bank konvensional.

Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Ketua PP Muhammadiyah, Anwar Abbas, dalam keterangan resminya di Jakarta, Minggu (13/7/2025). Ia mengungkapkan bahwa secara potensi, Muhammadiyah memiliki kapasitas besar untuk mendirikan BUS. Namun, berbagai pertimbangan strategis dan kesiapan infrastruktur masih menjadi alasan utama mengapa Muhammadiyah memilih menunda langkah tersebut.

“Potensi Muhammadiyah untuk mendirikan Bank Umum Syariah sebenarnya besar. Namun untuk saat ini, belum ada rencana mendirikan BUS. Desakan dari kalangan anggota memang cukup kuat, tetapi banyak hal yang harus kami siapkan, seperti permodalan, jaringan, teknologi informasi, hingga sumber daya manusia,” ujar Anwar Abbas.

OJK Dorong Konsolidasi BPRS Muhammadiyah Menuju BUS

Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengirimkan surat resmi kepada PP Muhammadiyah, mendorong agar BPRS yang ada di lingkungan Muhammadiyah dapat dimerger menjadi satu entitas kuat. Tujuannya, menciptakan BPRS besar yang kelak bisa menjadi cikal bakal lahirnya Bank Umum Syariah Muhammadiyah.

Langkah ini juga selaras dengan upaya OJK dalam konsolidasi perbankan syariah nasional, sebagaimana disampaikan oleh Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, usai menghadiri BSI International Expo 2025 di Jakarta akhir Juni lalu.

“Setelah konversi menjadi BPRS Matahari, nantinya bisa dilakukan penggabungan dengan BPRS lain milik Muhammadiyah. Harapannya ini menjadi embrio BUS Muhammadiyah,” kata Dian.

OJK menargetkan 3 hingga 5 bank syariah hasil konsolidasi dapat terbentuk dalam waktu menengah. Konsolidasi ini diharapkan mampu menciptakan bank syariah nasional yang dapat menyaingi dominasi PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) serta memperbesar pangsa pasar industri perbankan syariah nasional menjadi minimal 10 persen dari total industri perbankan Indonesia.

Muhammadiyah Fokus Kembangkan BPRS Matahari

Komitmen Muhammadiyah dalam penguatan perbankan syariah diawali dengan langkah strategis konversi BPR Matahari Artadaya milik Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (UHAMKA) menjadi BPRS Matahari atau yang kini dikenal sebagai Bank Syariah Matahari (BSM). Konversi ini telah mendapatkan persetujuan resmi dari OJK.

Untuk mendukung penguatan BSM, PP Muhammadiyah melalui Surat Imbauan Nomor 124/HIM/I.0/C/2025 telah menginstruksikan seluruh unsur persyarikatan, termasuk Organisasi Otonom (Ortom) dan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di sektor pendidikan, kesehatan, sosial, dan ekonomi, untuk:

  • Menempatkan dana pihak ketiga (DPK) di Bank Syariah Matahari.

  • Mengelola transaksi keuangan kelembagaan melalui layanan BSM.

  • Aktif mendukung pengembangan layanan dan jaringan BSM di wilayah masing-masing.

  • Berpartisipasi dalam sosialisasi nilai-nilai ekonomi syariah yang inklusif.

“Langkah ini diyakini membawa manfaat besar bagi persyarikatan, masyarakat sekitar, serta menjadi sarana dakwah dalam bidang ekonomi syariah. Bank ini diharapkan menjadi pilar kemandirian ekonomi umat,” tulis Anwar Abbas dalam imbauannya.

Kemandirian Ekonomi Umat dan Dakwah Finansial

Langkah Muhammadiyah ini menegaskan bahwa peran organisasi keagamaan tak hanya terbatas di ranah sosial dan pendidikan, tetapi juga menyentuh sektor strategis seperti keuangan dan perbankan syariah. Dengan memperkuat BPRS, Muhammadiyah ingin meletakkan dasar yang kuat sebelum melangkah lebih jauh ke tingkat BUS.

Di sisi lain, penguatan BPRS juga selaras dengan misi Muhammadiyah untuk membangun kemandirian ekonomi umat. Muhammadiyah ingin memastikan bahwa keuangan umat Islam di Indonesia tidak hanya menjadi objek pasar, tetapi juga memiliki instrumen yang dikelola sendiri untuk memberdayakan komunitas.

OJK Optimis Kekuatan Perbankan Syariah Meningkat

OJK sendiri tengah serius mendorong konsolidasi industri perbankan syariah nasional untuk memperkuat fondasi dan integritas sektor ini. Konsolidasi dianggap penting untuk meningkatkan kapasitas permodalan, kemampuan ekspansi, dan memperkuat inovasi layanan perbankan syariah di era digital.

“Dengan konsolidasi, perbankan syariah Indonesia akan semakin kuat dan dipercaya masyarakat. Kita ingin mendorong agar pangsa pasar perbankan syariah tidak stagnan di angka kecil, tetapi bisa bersaing secara sehat dengan bank konvensional,” kata Dian Ediana Rae.

Muhammadiyah: BUS Akan Didirikan di Waktu yang Tepat

Walaupun saat ini belum ada rencana mendirikan BUS, PP Muhammadiyah tidak menutup kemungkinan untuk merealisasikannya di masa depan. Anwar Abbas menegaskan, langkah itu akan diambil bila semua prasyarat telah terpenuhi dengan matang.

“InsyaAllah bila waktunya tepat dan semua kesiapan telah kita miliki, Muhammadiyah tentu akan mempertimbangkan mendirikan Bank Umum Syariah,” tutup Anwar.