YOGYAKARTA – Pimpinan Pusat Muhammadiyah secara resmi meluncurkan sistem penanggalan Islam modern bernama Kalender Hijriah Global Tunggal di Convention Hall Masjid Walidah Dahlan, Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta, Rabu (19/6/2025). Peluncuran ini menjadi langkah monumental dalam menyatukan umat Islam secara global dalam satu sistem waktu yang seragam, ilmiah, dan universal.
Dalam peluncuran yang dihadiri tokoh-tokoh nasional dan internasional ini, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menyatakan bahwa Kalender Hijriah Global Tunggal merupakan wujud tanggung jawab sejarah Muhammadiyah dalam menjawab problem perpecahan umat akibat perbedaan penetapan hari-hari besar Islam.
“Hari ini adalah hari bersejarah. Muhammadiyah menghadirkan Kalender Hijriah Global Tunggal untuk menegaskan peran dan posisinya di tengah arus globalisasi yang tak terelakkan,” tegas Haedar dalam pidatonya.
Apa Itu Kalender Hijriah Global Tunggal?
Kalender Hijriah Global Tunggal adalah sistem penanggalan Islam berbasis ilmu falak atau hisab yang mengusung prinsip kesatuan waktu bagi seluruh umat Islam di dunia. Kalender ini mengadopsi sistem penentuan awal bulan yang tidak lagi bergantung pada pengamatan hilal di tempat tertentu, melainkan berdasarkan perhitungan astronomi modern yang seragam untuk seluruh permukaan bumi.
Tiga Prinsip Utama Kalender Hijriah Global Tunggal:
-
Keseragaman hari dan tanggal di seluruh dunia – Seluruh umat Islam memulai bulan Hijriah pada hari yang sama, tanpa perbedaan waktu akibat lokasi geografis.
-
Metode hisab global ilmiah – Menggunakan data astronomi yang akurat dan dapat dihitung jauh ke depan, menggantikan metode rukyat lokal yang rentan perbedaan.
-
Kesatuan matlak – Memperlakukan seluruh bumi sebagai satu zona waktu dalam kalender Islam, bukan terbagi berdasarkan wilayah atau negara.
Dengan menerapkan prinsip-prinsip tersebut, Kalender Hijriah Global Tunggal diharapkan mampu mengakhiri perbedaan yang selama ini membelah umat, khususnya dalam penetapan awal Ramadan, Idul Fitri, dan Idul Adha.
Muhammadiyah: Membayar Utang Peradaban Islam
Dalam pidatonya, Haedar menyebut bahwa peluncuran Kalender Hijriah Global Tunggal adalah bagian dari “pembayaran utang peradaban” Islam. Selama lebih dari 14 abad sejarah Islam, belum pernah ada sistem kalender yang diadopsi secara global dan seragam oleh seluruh umat.
“Ini adalah keniscayaan mutlak untuk mewujudkan persatuan dunia Islam. Kalender Hijriah Global Tunggal adalah langkah maju untuk membayar utang peradaban yang terlalu lama tertunda,” ujar Haedar penuh semangat.
Muhammadiyah mengajak seluruh umat Islam melepas ego sektoral dan kepentingan golongan dalam menyikapi penanggalan keagamaan. Melalui Kalender Hijriah Global Tunggal, kesatuan umat dalam aspek waktu menjadi sesuatu yang bukan hanya mungkin, tetapi sangat diperlukan.
Sejarah Panjang dan Kajian Akademik KHGT
Peluncuran Kalender Hijriah Global Tunggal bukan keputusan instan. Sistem ini telah melalui proses panjang dan ilmiah yang berpuncak pada Musyawarah Nasional Tarjih ke-32 Muhammadiyah pada Februari 2024. Di sana, para ulama dan pakar ilmu falak menyepakati penggunaan kalender unifikatif sebagai solusi terbaik.
Hamim Ilyas, Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, menuturkan bahwa sistem ini mengadopsi hasil Muktamar Istanbul 2016, yang telah disepakati oleh para ahli astronomi dan ulama dari seluruh dunia Islam. KHGT juga mendapat dukungan dari:
-
Deklarasi Jakarta 2008 oleh Organisasi Kerja Sama Islam (OKI)
-
ICESCO, lembaga pendidikan dan kebudayaan dunia Islam, sebagai bagian dari agenda reformasi sistemik dunia Islam
Dukungan Perangkat Digital: KHGT Masuk Era Teknologi
Untuk memperluas penggunaan dan mempermudah akses ke Kalender Hijriah Global Tunggal, Muhammadiyah telah mengembangkan tiga perangkat lunak berbasis teknologi astronomi modern:
-
Aplikasi Desktop Hisab Muhammadiyah – Dirancang untuk komputer dan laptop, memungkinkan pengguna menghitung awal bulan hingga ratusan tahun ke depan.
-
Aplikasi Web KHGT – Dapat diakses melalui https://khgt.muhammadiyah.or.id, menyediakan informasi kalender Islam global secara real-time.
-
Aplikasi Android MASA – Dirancang untuk smartphone, membantu pengguna mendapatkan informasi waktu Hijriah hanya dalam genggaman tangan.
Inovasi digital ini menjadi bukti bahwa Kalender Hijriah Global Tunggal bukan hanya wacana ideal, melainkan solusi praktis yang siap diterapkan secara massal.
Muhammadiyah: Tetap Berpijak pada Komitmen Kebangsaan
Meski bersifat global dan universal, Muhammadiyah memastikan bahwa peluncuran Kalender Hijriah Global Tunggal tidak berarti meninggalkan Indonesia atau bertentangan dengan negara. Justru sebaliknya, inisiatif ini adalah bentuk kontribusi nyata Indonesia kepada peradaban dunia Islam.
“Muhammadiyah dengan kalender global ini tidak akan terjerembab dari Indonesia sebagai negara bangsa. Kita punya sejarah panjang membela negeri ini sejak sebelum kemerdekaan,” tegas Haedar Nashir.
Dengan kata lain, Kalender Hijriah Global Tunggal lahir dari bumi Indonesia untuk kepentingan umat Islam sedunia, sekaligus menunjukkan bahwa bangsa ini punya posisi strategis dalam pembaruan dunia Islam.
Respons Dunia dan Arah Masa Depan KHGT
Peluncuran Kalender Hijriah Global Tunggal mendapat respons positif dari berbagai pihak. Sejumlah duta besar negara-negara Islam dan perwakilan organisasi Islam Indonesia seperti NU, Persis, dan Dewan Masjid turut hadir dan mengapresiasi langkah Muhammadiyah.
Dalam jangka panjang, KHGT diharapkan bisa menjadi:
-
Standar penanggalan Islam dunia
-
Basis kalender pendidikan Islam internasional
-
Rujukan dalam penetapan hari-hari besar Islam secara global
Langkah Muhammadiyah ini dianggap strategis untuk memperkuat peran Indonesia sebagai pusat pembaruan Islam di era modern.