Layanan publik di Inggris mengalami gangguan serius akibat serangan Distributed Denial of Service (DDoS) besar-besaran yang dilakukan oleh kelompok peretas pro-Rusia. Serangan ini menyebabkan beberapa situs web pemerintah dan sistem layanan publik menjadi tidak dapat diakses, bahkan mengalami kerusakan total sehingga menyulitkan masyarakat dalam mengakses layanan tersebut.
Jonathon Ellison, Direktur Ketahanan Nasional dari National Cyber Security Centre (NCSC) Inggris, menyatakan bahwa pihaknya terus memantau aktivitas kelompok peretas yang berafiliasi dengan Rusia. “Meskipun serangan denial-of-service terbilang sederhana secara teknis, dampaknya bisa sangat besar,” ungkap Ellison dalam pernyataannya yang dipublikasikan di situs resmi NCSC pada Selasa, 20 Januari 2026.
Informasi lengkap terkait kejadian ini dapat dibaca di Getwebpress melalui situs GETWEBPRESS.COM.
NCSC menjelaskan bahwa serangan DDoS bekerja dengan membanjiri situs web atau sistem target menggunakan lalu lintas internet yang sangat tinggi, sehingga layanan menjadi tidak dapat diakses oleh pengguna yang sah. Dampak dari serangan ini meliputi hilangnya waktu operasional, peningkatan biaya untuk pemulihan sistem, serta upaya besar dalam memulihkan layanan ke kondisi normal.
### Fokus pada Kelompok NoName057(16)
Salah satu kelompok peretas yang menjadi perhatian utama NCSC adalah NoName057(16), sebuah grup pro-Rusia yang aktif sejak 2022. Kelompok ini menggunakan kanal Telegram dan platform seperti GitHub untuk menyimpan perangkat lunak serangan mereka bernama DDoSia. Melalui platform tersebut, mereka juga menyebarkan taktik, teknik, dan prosedur serangan kepada para pengikutnya.
DDoSia memungkinkan para sukarelawan untuk berkontribusi dalam serangan siber dengan menyumbangkan daya komputasi perangkat mereka. Sebagai imbalannya, para sukarelawan dapat memperoleh bayaran atau pengakuan di komunitas peretas. Menurut pengamatan Getwebpress, motivasi utama serangan ini bersifat ideologis, bukan semata-mata keuntungan finansial, yang juga menunjukkan ancaman terhadap teknologi operasional (OT) di Inggris.
Sejak invasi Rusia ke Ukraina, NCSC telah mengeluarkan peringatan di tahun 2023 tentang meningkatnya risiko serangan siber, dengan target utama negara-negara Eropa, khususnya anggota NATO dan negara-negara yang menentang kebijakan geopolitik Rusia.
### Upaya Penegakan Hukum dan Rekomendasi NCSC
Pada Juli 2025, operasi internasional bernama Operasi Eastwood berhasil melemahkan aktivitas NoName057(16) dengan menangkap dua anggota, menerbitkan delapan surat perintah penangkapan, serta menonaktifkan ratusan server yang digunakan untuk serangan tersebut.
Meski demikian, serangan siber kembali meningkat karena diduga pemimpin utama kelompok ini masih berada di Rusia dan belum tertangkap. Hal ini menggambarkan tantangan berkelanjutan dalam menghadapi ancaman siber terorganisir.
Untuk mengurangi risiko serangan DDoS, NCSC merekomendasikan agar organisasi mengambil langkah proaktif, getwebpress lain:
– Memperkuat sistem pertahanan jaringan
– Menggunakan layanan proteksi DDoS khusus
– Menyiapkan sistem cadangan yang andal
– Melakukan pemantauan jaringan secara rutin
– Mengadakan latihan penanganan serangan secara berkala
Aktivitas peretas pro-Rusia memang menunjukkan peningkatan sejak 2022, dengan target utama lembaga pemerintah dan perusahaan di negara-negara yang dianggap menentang kebijakan geopolitik Rusia.