Daerah  

Gubernur Kalteng: Paslon Pilkada Barut Harus Siap Menang dan Siap Kalah

blank
Gubernur Kalteng: Paslon Pilkada Barut Harus Siap Menang dan Siap Kalah
Gubernur Kalimantan Tengah H Agustiar Sabran

PALANGKA RAYA, Getwebpress.com – Menjelang pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Barito Utara (Barut), Gubernur Kalimantan Tengah, H. Agustiar Sabran, menegaskan pentingnya menjaga kondusivitas dan sportivitas dalam proses demokrasi.

Dalam keterangannya kepada awak media di Palangka Raya, Rabu (25/6), Agustiar menyampaikan bahwa pelaksanaan PSU harus berlangsung dengan aman, lancar, jujur, dan adil sebagaimana harapan masyarakat Barito Utara.

“Bagaimanapun, kami ingin Pilkada di Barito Utara berjalan sesuai aturan dan aspirasi rakyat. Jangan ada politik uang. Siap menang, harus siap juga kalah,” ujar Agustiar Sabran.

Pernyataan ini disampaikan menjelang hari pencoblosan ulang yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) setelah Mahkamah Konstitusi memutuskan adanya pelanggaran yang menyebabkan pemilu harus diulang di sejumlah TPS di wilayah Barito Utara.

Kedua Calon Bupati Nyatakan Komitmen Jaga Kondusivitas

Dua pasangan calon bupati yang akan kembali bersaing dalam PSU, yakni Shalahuddin (Paslon Nomor Urut 1) dan Jimmy Carter (Paslon Nomor Urut 2), menyampaikan komitmennya untuk menjaga stabilitas keamanan dan menerima hasil pemungutan suara ulang secara dewasa.

Shalahuddin menegaskan bahwa jika terpilih, ia akan segera menjalankan program sesuai visi dan misi yang telah ditawarkan kepada masyarakat.

“Program kami bisa dilihat dan dibaca secara terbuka melalui media sosial. Semua sudah dirancang dan akan dijalankan jika rakyat mempercayakan amanah kepada kami,” ujarnya.

Sementara itu, Jimmy Carter mengingatkan pentingnya menjauhkan Pilkada dari praktik politik uang yang bisa mencederai demokrasi dan merusak moral politik masyarakat.

“Dalam PSU nanti, kita diminta tidak melakukan money politic. Harus dewasa dalam berpolitik. Kalau maju, harus siap kalah, karena menang itu belum tentu untuk semua,” kata Jimmy.

Pengamanan PSU Diperketat, TNI-Polri Siaga

Untuk mengantisipasi potensi konflik saat pelaksanaan PSU, aparat keamanan dari TNI dan Polri telah dikerahkan dan disiagakan penuh di sejumlah titik rawan.

Kapolda Kalimantan Tengah bersama Danrem 102/Panju Panjung menyatakan akan bertindak tegas terhadap segala bentuk pelanggaran hukum selama proses pemungutan suara ulang berlangsung, termasuk potensi intimidasi, black campaign, dan pelanggaran protokol pemilu lainnya.

Bawaslu dan KPU Perkuat Pengawasan

Ketua KPU Barito Utara memastikan bahwa logistik pemilu telah disiapkan secara matang, dengan distribusi yang dikawal ketat oleh aparat dan pengawas pemilu.

Sementara itu, Bawaslu Barut membuka saluran pelaporan bagi masyarakat yang ingin menyampaikan dugaan pelanggaran selama tahapan PSU berlangsung. Bawaslu juga mengingatkan semua pihak agar tidak melakukan kampanye terselubung pada masa tenang.

Tokoh Masyarakat Imbau Warga Gunakan Hak Pilih

Beberapa tokoh adat dan tokoh agama di Barito Utara turut mengimbau warga untuk tidak golput dan tetap menggunakan hak pilih secara bijak.

“Jangan lelah berdemokrasi. Mari bersama kita buktikan bahwa masyarakat Barito Utara mampu berdemokrasi dengan damai dan bermartabat,” ujar salah satu tokoh adat di Kecamatan Teweh Tengah.

PSU Jadi Momentum Demokrasi Berkualitas

PSU Pilkada Barut 2025 bukan sekadar pengulangan teknis, namun menjadi ajang pembuktian bahwa demokrasi Indonesia bisa diperbaiki dan dijalankan secara berintegritas. Baik peserta, penyelenggara, maupun masyarakat diminta untuk menjadikan proses ini sebagai sarana pendidikan politik.

Gubernur Agustiar Sabran pun mengingatkan bahwa kontestasi politik sejatinya adalah ruang kompetisi ide, bukan ajang konflik.

“Menang atau kalah adalah hasil akhir. Tapi prosesnya harus berlandaskan kejujuran, keadilan, dan kesetaraan. Siapa pun yang terpilih nanti, itu adalah hasil pilihan rakyat dan harus dihormati,” tandasnya.