GETWEBPRESS – Dinamika menjelang Pemilihan Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Kalimantan Tengah periode 2026–2030 kian menghangat. Ketua Umum PB Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII), Fathan Subchi, secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap kader-kader IKA PMII yang siap maju dalam kontestasi Ketua PWNU Kalteng pada Konferensi Wilayah (Konferwil) Februari 2026 mendatang.
Dukungan tersebut disampaikan Fathan usai melantik Pengurus Wilayah IKA PMII Kalimantan Tengah. Anggota BPK RI Wilayah VI itu kemudian melanjutkan agenda pertemuan internal bersama jajaran pengurus dan kader IKA PMII Kalteng untuk membahas dinamika organisasi, termasuk peta kekuatan dan kesiapan kader menjelang Konferwil PWNU.
Dalam pertemuan itu, Fathan menegaskan komitmen PB IKA PMII untuk mendorong kader terbaik agar tidak ragu tampil sebagai calon Ketua PWNU Kalteng. Menurutnya, kader IKA PMII merupakan bagian tak terpisahkan dari sistem kaderisasi Nahdlatul Ulama yang telah ditempa sejak masa pergerakan mahasiswa.
“Tentu kita mendukung kader untuk maju sebagai calon Ketua PWNU Kalteng. Kita punya kader-kader yang bagus, berpengalaman, dan matang secara organisasi,” ujar Fathan Subchi kepada awak media.
Ia mengungkapkan, sejumlah kader IKA PMII telah menyatakan kesiapan untuk ikut dalam bursa calon Ketua PWNU Kalteng periode 2026–2030. Nama-nama tersebut dinilai memiliki kapasitas keilmuan, rekam jejak organisasi yang kuat, serta komitmen ke-NU-an yang tidak diragukan.
“Tadi disampaikan ada beberapa kader kita yang maju, yakni H. Suhardi, Prof Ahmad Dakhoir, Prof Abdul Helim, dan H. Syahrun,” ungkapnya.
Fathan menegaskan, dukungan terhadap kader bukan semata-mata untuk kepentingan organisasi alumni, melainkan sebagai ikhtiar memperkuat kepemimpinan NU di daerah. Ia menilai, NU Kalteng membutuhkan figur pemimpin yang mampu menjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah, kebangsaan, sekaligus adaptif terhadap tantangan zaman.
Lebih lanjut, Fathan berharap seluruh rangkaian Konferwil PWNU Kalteng 2026 dapat berjalan secara demokratis, sejuk, dan mengedepankan persatuan warga NU.
“Siapa pun yang terpilih nantinya, harus mampu membawa NU Kalimantan Tengah semakin maju, solid, dan berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah,” pungkasnya.