Dorong Kerja Sama Strategis RI-Timor Leste, Wamen P2MI Christina Aryani Tegaskan Komitmen Menuju Kemakmuran Bersama

blank
Dorong Kerja Sama Strategis RI-Timor Leste, Wamen P2MI Christina Aryani Tegaskan Komitmen Menuju Kemakmuran Bersama
Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Christina Aryani dalam acara Perayaan Hari Nasional Timor-Leste dan Hubungan Diplomatik dengan Indonesia di Jakarta, Selasa malam (21/5/2025)

Jakarta, Getwebpress.com – Dalam momentum peringatan Hari Nasional Timor-Leste dan perayaan hubungan diplomatik Indonesia-Timor Leste yang digelar di Jakarta, Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Wamen P2MI) Christina Aryani menegaskan pentingnya mempererat kerja sama bilateral yang tidak hanya bersifat simbolis, tetapi strategis dan berdampak nyata bagi pembangunan kedua negara.

Dalam sambutannya yang disampaikan pada Selasa malam (20/5), Christina menyampaikan optimisme atas masa depan hubungan Indonesia dan Timor Leste. Ia menegaskan bahwa Indonesia selalu memandang Timor-Leste sebagai mitra setara dan teman sejati dalam semangat solidaritas kawasan.

“Indonesia akan selalu bersama dengan Timor-Leste sebagai mitra yang setara dan teman sejati,” ujar Christina dalam pernyataannya yang dikutip dari keterangan resmi Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Rabu (21/5).

Kedekatan Historis dan Geografis Jadi Fondasi Kuat Diplomasi

Hubungan antara Indonesia dan Timor-Leste bukanlah hubungan biasa. Kedua negara bertetangga ini memiliki sejarah panjang yang saling terkait, kedekatan geografis yang tak terelakkan, serta budaya dan nilai-nilai sosial yang serumpun. Menurut Christina, hal tersebut menjadi fondasi kokoh yang memperkuat kerja sama lintas sektor, dari ekonomi hingga pertahanan.

“Kedekatan geografis, sejarah, budaya dan hubungan antar-masyarakat adalah aset yang sangat berharga dan menjadi pondasi kuat kerja sama bilateral kita,” jelasnya.

Timor-Leste dan Indonesia resmi menjalin hubungan diplomatik sejak 2002, dan selama lebih dari dua dekade, hubungan ini berkembang dalam semangat saling menghormati dan mendukung.

Penguatan Kerja Sama Sumber Daya Manusia: Fokus pada Pembangunan Kapasitas

Salah satu aspek yang disorot oleh Christina Aryani adalah pentingnya pembangunan kapasitas sumber daya manusia (SDM) sebagai jembatan menuju kesejahteraan. Christina menekankan bahwa Indonesia berkomitmen untuk terus mendukung program pelatihan dan pengembangan kapasitas untuk masyarakat Timor-Leste.

“Kami merasa terhormat bahwa program pelatihan dan pembangunan kapasitas yang kami fasilitasi memberikan manfaat nyata bagi saudara-saudara kami di Timor-Leste. Ini adalah bentuk solidaritas dan persaudaraan antarbangsa yang ingin terus kami kembangkan,” ujarnya.

Program-program pelatihan tersebut mencakup berbagai sektor strategis, mulai dari keterampilan teknis, kewirausahaan, hingga manajemen tenaga kerja migran, yang menjadi fokus utama dari mandat Wamen P2MI.

Kerja Sama Ekonomi: Perdagangan Bilateral Meningkat Signifikan

Christina juga menyoroti perkembangan pesat dalam bidang kerja sama ekonomi, terutama dalam sektor perdagangan bilateral. Berdasarkan data terbaru, nilai perdagangan antara Indonesia dan Timor-Leste mengalami peningkatan signifikan.

Pada tahun 2022, nilai perdagangan bilateral tercatat sebesar 301,5 juta dolar AS (sekitar Rp4,95 triliun), dan pada 2023 meningkat menjadi 348,5 juta dolar AS (sekitar Rp5,72 triliun).

“Ini menunjukkan betapa eratnya hubungan ekonomi kita. Indonesia tetap menjadi mitra dagang utama Timor-Leste, terutama dalam penyediaan bahan pangan, material bangunan, hingga dukungan infrastruktur melalui perusahaan BUMN Indonesia,” ungkapnya.

Indonesia juga menyambut baik langkah-langkah menuju perjanjian Bilateral Investment Treaty (BIT) antara kedua negara, yang ditargetkan rampung tahun ini. Perjanjian tersebut diharapkan dapat memperkuat perlindungan investasi dan menciptakan iklim bisnis yang lebih kondusif.

“Kami berharap BIT dapat segera diselesaikan. Ini akan menjadi langkah penting untuk memperkuat kepercayaan investor dan memperluas peluang kerja sama ekonomi jangka panjang,” tegas Christina.

Diplomasi Perbatasan: “Good Fences Make Good Neighbours”

Dalam pidatonya, Wamen P2MI juga menyinggung pentingnya pengelolaan wilayah perbatasan yang berkeadilan dan berkelanjutan. Menurut Christina, penyelesaian batas wilayah harus mengedepankan negosiasi yang terbuka dan itikad baik dari kedua belah pihak.

“Good fences make good neighbours. Oleh karena itu, sangat penting bagi kedua negara untuk memiliki kepastian dan kejelasan mengenai garis perbatasan,” katanya.

Ia menambahkan bahwa Indonesia tetap berkomitmen menyelesaikan seluruh persoalan perbatasan melalui jalur damai dan dialog terbuka, dengan harapan bahwa solusi yang adil dan berkelanjutan bisa tercapai.

“Kami menegaskan kembali komitmen Indonesia untuk menyelesaikan persoalan perbatasan melalui negosiasi terbuka, berbasis itikad baik, sehingga solusi yang adil dapat dicapai bersama,” lanjutnya.

Potensi Kerja Sama Multidimensi: Dari Infrastruktur hingga Tenaga Kerja Migran

Selain kerja sama ekonomi dan pertahanan, bidang infrastruktur dan ketenagakerjaan juga menjadi prioritas. Christina Aryani menekankan bahwa sektor ketenagakerjaan, khususnya perlindungan tenaga kerja migran, merupakan ruang kerja sama potensial yang dapat dikembangkan lebih jauh.

Melalui peran BP2MI, Indonesia terbuka untuk mendukung Timor-Leste dalam membangun sistem migrasi tenaga kerja yang aman, terstruktur, dan berkelanjutan. Selain itu, sinergi dalam pengembangan kawasan perbatasan juga menjadi kunci untuk pemerataan pembangunan.

“Kami ingin berbagi pengalaman dalam melindungi pekerja migran, dari pelatihan prakeberangkatan hingga integrasi sosial saat kembali ke tanah air. Ini adalah bagian dari kerja sama konkret yang dapat kita lanjutkan,” ujar Wamen Christina.

Menuju Generasi Masa Depan: Investasi pada Pendidikan dan Inovasi

Dalam konteks kerja sama jangka panjang, Christina juga membuka peluang kolaborasi di bidang pendidikan dan teknologi. Ia mengajak Timor-Leste untuk bersama-sama berinvestasi pada generasi muda melalui program beasiswa, pertukaran pelajar, serta riset dan inovasi lintas universitas.

“Persahabatan kita tidak boleh berhenti di generasi saat ini. Kita perlu membangun jembatan masa depan melalui investasi pada anak-anak muda kedua negara,” katanya.

Komitmen untuk Kawasan yang Aman dan Sejahtera

Secara keseluruhan, pesan yang dibawa oleh Christina Aryani dalam forum peringatan ini sangat jelas: Indonesia dan Timor Leste bukan sekadar tetangga, tapi mitra strategis yang memiliki tanggung jawab bersama untuk menciptakan kawasan yang damai, aman, dan sejahtera.

Dari diplomasi politik, kerja sama ekonomi, hingga pertukaran sosial budaya, hubungan kedua negara telah mengalami banyak kemajuan, dan momentum ini harus terus dijaga dan dikembangkan ke depannya.

“Semoga persahabatan dan kemitraan antara dua negara kita terus berlanjut dan berkembang, tidak hanya untuk kita, tetapi untuk generasi-generasi yang akan datang,” pungkas Christina Aryani.