Daerah  

Batam Bidik 1,7 Juta Wisatawan Mancanegara pada 2025

Optimisme Disbudpar di Tengah Pemulihan Pariwisata

blank
Batam Bidik 1,7 Juta Wisatawan Mancanegara pada 2025

Batam, Getwebpress.com – Optimisme tinggi digaungkan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), terhadap pencapaian target kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sebanyak 1,7 juta orang pada tahun 2025. Hingga triwulan pertama, atau per Maret 2025, jumlah kunjungan telah mencapai 329.444 wisman, menandai tren positif yang konsisten.

“Ini angka yang cukup menjanjikan. Rata-rata lebih dari 100 ribu kunjungan setiap bulannya, dan itu menunjukkan tren yang stabil dan terus meningkat,” kata Ardiwinata, Kepala Disbudpar Kota Batam, saat dihubungi di Batam, Selasa (13/5).

Tren Positif di Triwulan Pertama 2025

Data yang dirilis Disbudpar Batam menunjukkan rincian kunjungan wisman sepanjang tiga bulan pertama 2025:

  • Januari: 124.481 kunjungan

  • Februari: 104.684 kunjungan

  • Maret: 100.279 kunjungan

Dengan total kumulatif sebanyak 329.444 kunjungan, angka ini menunjukkan konsistensi tinggi, mengingat tidak ada fluktuasi drastis antar bulan.

Jika tren ini bertahan, target 1,7 juta kunjungan wisman sangat memungkinkan untuk tercapai hingga akhir tahun. Dibandingkan dengan capaian tahun 2024 yang berada di angka 1,3 juta kunjungan, ada potensi peningkatan sebesar 30% lebih.

Perbandingan dengan Tahun Sebelumnya

Tahun 2024 menjadi masa pemulihan yang signifikan pascapandemi, dengan jumlah kunjungan wisman di triwulan I mencapai 296.277 orang. Jika dibandingkan, maka jumlah kunjungan pada periode yang sama di tahun 2025 telah mengalami peningkatan sebanyak 33.167 kunjungan.

Secara rinci, inilah perbandingan antara Januari–Maret 2024 dan 2025:

Bulan 2024 2025 Kenaikan
Januari 78.759 124.481 +58%
Februari 112.687 104.684 -7%
Maret 104.831 100.279 -4%

Kenaikan signifikan terjadi di bulan Januari 2025, yang bisa jadi dipengaruhi oleh momen libur akhir tahun dan awal tahun baru. Meskipun Februari dan Maret mengalami sedikit penurunan dari tahun sebelumnya, angka secara keseluruhan masih menunjukkan tren kenaikan.

Faktor Pendorong: Fasilitas dan Kebijakan Baru

Ardiwinata menjelaskan bahwa salah satu kunci keberhasilan peningkatan kunjungan wisman adalah diberlakukannya kebijakan Easy Access Visa, yaitu visa kunjungan jangka pendek selama tujuh hari yang hanya dikenakan biaya sebesar Rp250 ribu.

“Kebijakan ini sangat membantu, terutama bagi wisatawan dari negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia yang ingin berkunjung singkat. Kami harap ini bisa meningkatkan minat dan mempercepat arus kunjungan wisatawan,” jelasnya.

Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi kemudahan akses masuk, yang juga meliputi:

  • Perluasan jalur ferry internasional dari Singapura dan Johor Bahru

  • Promosi digital ke negara-negara ASEAN

  • Kolaborasi dengan travel agent dan influencer luar negeri

Peran Strategis Batam: Gerbang Pariwisata Indonesia di Barat

Letak geografis Batam yang sangat dekat dengan Singapura dan Malaysia menjadikan kota ini salah satu pintu masuk utama pariwisata Indonesia di kawasan barat. Dalam berbagai kesempatan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI (Kemenparekraf) menegaskan bahwa Batam memiliki potensi besar untuk bersaing dengan destinasi wisata utama lainnya.

Disbudpar Batam menyadari potensi ini, dan terus menggenjot promosi internasional serta melakukan pembenahan destinasi lokal.

Ardiwinata menjelaskan bahwa Batam tidak hanya mengandalkan wisata belanja dan kuliner, tetapi juga terus membangun ekowisata, wisata budaya, serta wisata MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) yang kini mulai diminati pasar internasional.

Destinasi Unggulan yang Jadi Magnet Wisman

Beberapa destinasi utama yang menjadi magnet kunjungan wisatawan mancanegara di Batam antara lain:

1. Jembatan Barelang

Ikon wisata paling terkenal di Batam ini menjadi spot favorit wisatawan untuk berfoto dan menikmati panorama laut.

2. Kampung Vietnam di Galang

Memiliki nilai sejarah tinggi, destinasi ini mengisahkan pengungsi Vietnam yang pernah tinggal di pulau tersebut.

3. Pantai Nongsa dan Marina Bay Batam

Menawarkan resort dan pantai tropis dengan pemandangan laut yang bersih, cocok untuk wisata keluarga dan bulan madu.

4. Pusat Perbelanjaan Nagoya Hill

Banyak dikunjungi turis Singapura untuk berbelanja, karena menawarkan harga yang lebih murah dan variasi produk.

5. Kawasan Wisata Religi Maha Vihara Duta Maitreya

Merupakan salah satu vihara terbesar di Asia Tenggara yang menarik kunjungan wisatawan dari kalangan Buddha dan penggemar wisata spiritual.

Promosi Digital dan Event Internasional

Strategi promosi yang diusung Disbudpar Batam kini berfokus pada digitalisasi. Melalui platform media sosial dan kolaborasi dengan travel influencer, Batam memperkenalkan wajah baru pariwisata kepada dunia internasional.

Beberapa agenda internasional juga mulai digelar kembali, seperti:

  • Batam International Culture and Art Festival

  • Batam Jazz Festival

  • Kepri International Triathlon

Event-event ini tidak hanya mengangkat budaya lokal tetapi juga memperkuat positioning Batam sebagai destinasi pariwisata yang kaya budaya, aman, dan modern.

Dukungan Infrastruktur: Dari Bandara Hingga Transportasi Laut

Pemkot Batam bersama BP Batam dan pemerintah pusat juga terus melakukan perbaikan infrastruktur pendukung pariwisata. Beberapa proyek yang mendukung kelancaran kunjungan wisman antara lain:

  • Pengembangan Bandara Internasional Hang Nadim, termasuk terminal baru berstandar internasional

  • Penambahan armada ferry internasional dan rute baru

  • Penataan pelabuhan internasional seperti Pelabuhan Harbour Bay dan Batam Centre

  • Digitalisasi layanan imigrasi dan informasi destinasi

Langkah-langkah ini dipandang penting untuk memberikan pengalaman terbaik bagi wisatawan, sekaligus mempercepat arus keluar-masuk wisatawan antarnegara.

Tantangan yang Masih Dihadapi

Meski optimisme tinggi, Ardiwinata juga mengakui masih ada tantangan yang perlu dihadapi untuk mewujudkan target 1,7 juta kunjungan wisman tahun ini.

Beberapa tantangan tersebut antara lain:

  • Persaingan ketat dengan destinasi lain seperti Bali, Yogyakarta, dan Labuan Bajo

  • Masih perlunya peningkatan sumber daya manusia (SDM) di sektor layanan pariwisata

  • Isu keamanan, kebersihan, dan kenyamanan di beberapa destinasi lokal

  • Fluktuasi ekonomi dan geopolitik global yang bisa memengaruhi arus wisata

Untuk itu, pihaknya terus menggelar pelatihan SDM pariwisata, sertifikasi layanan, dan koordinasi lintas sektor untuk memperkuat daya saing pariwisata Batam.