Palangka Raya, Getwebpress.com — Dunia pendidikan Kalimantan Tengah digemparkan dengan laporan mengejutkan: sejumlah guru di SMK Negeri 6 Palangka Raya diduga jarang hadir mengajar, meski siswa tetap datang ke sekolah seperti biasa. Temuan ini langsung mendapat sorotan dari DPRD dan ditindaklanjuti cepat oleh Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah (Disdik Kalteng).
Plt Sekretaris Disdik Kalteng, Safrudin, mengatakan pihaknya akan menelusuri langsung ke lapangan.
“Kami konfirmasi ke sekolah dulu ya,” ujar Safrudin kepada awak media.
Sekolah Aktif, Tapi Guru Tak Hadir? DPRD Kalteng Ungkap Fakta Mengejutkan
Laporan ini pertama kali diungkap oleh Anggota Komisi II DPRD Kalteng, Agie, usai melakukan reses di Kelurahan Panjehang, Kecamatan Rakumpit — lokasi SMKN 6 berada.
“Kami sangat prihatin. Fasilitas sekolah lengkap, siswa hadir, tapi guru-guru tidak kelihatan. Ini sangat memprihatinkan,” tegas Agie.
Agie menilai, ketidakhadiran guru secara berulang bisa menghancurkan masa depan siswa SMK, yang semestinya dipersiapkan untuk siap kerja. Bahkan, ia mempertanyakan efektivitas anggaran pendidikan jika kondisi seperti ini terus dibiarkan.
Pendidikan di Pinggiran Terancam! “Kalau Dibiarkan, Tutup Saja Sekolahnya”
Dalam pantauannya, Agie menyebut bahwa aktivitas belajar hanya berlangsung satu kali dalam seminggu, bahkan siswa hanya datang untuk mengisi absensi.
“Kalau cuma sekali seminggu belajar, apa bisa mereka bersaing di dunia kerja?” ujarnya lantang.
“Lebih baik ditutup daripada hanya menghabiskan anggaran tapi tidak menghasilkan apa-apa.”
Disdik Akan Bertindak: Guru Bisa Terancam Sanksi Tegas
Safrudin mewakili Disdik Kalteng memastikan, jika benar terbukti ada guru yang tidak menjalankan tugasnya, akan ada evaluasi dan sanksi administratif. Pihaknya kini tengah melakukan konfirmasi dan investigasi awal.
“Kami ingin memastikan pelayanan pendidikan di sekolah-sekolah pinggiran sama baiknya dengan sekolah di pusat kota,” ujarnya.
Apa Dampaknya?
-
Kualitas pendidikan menurun
-
Siswa berpotensi tidak siap kerja
-
Pemborosan anggaran pendidikan
-
Menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap institusi pendidikan
Disdik Diminta Segera Bertindak Cepat!
Masyarakat dan pemangku kepentingan kini mendesak Dinas Pendidikan Kalteng agar segera menurunkan tim pengawas dan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap guru dan kepala sekolah di SMKN 6 Palangka Raya.
“Ini bukan hanya soal absen, tapi soal masa depan anak-anak kita,” tutup Agie.