Jakarta, Getwebpress.com – Apple akhirnya mulai memperlihatkan langkah konkret dalam pengembangan ponsel lipat pertamanya, yang sejauh ini dikenal dengan nama iPhone Fold. Menurut laporan eksklusif dari media Korea yang dilansir GSMArena, Sabtu (17/5/2025), prototipe terbaru iPhone Fold kini telah memasuki tahap pengujian internal dengan beberapa fitur mengejutkan, termasuk kamera swafoto di bawah layar dan absennya Face ID.
Dengan debut yang diprediksi terjadi antara akhir tahun 2026 hingga 2027, Apple tampaknya mengambil pendekatan hati-hati namun inovatif dalam merancang iPhone Fold agar benar-benar matang ketika diluncurkan.
Kamera di Bawah Layar: Strategi Baru Apple dalam Desain Layar Penuh
Salah satu fitur paling menarik dari bocoran terbaru ini adalah kehadiran kamera depan di bawah layar (under-display camera) pada panel lipat bagian dalam. Teknologi ini sebelumnya telah dicoba oleh beberapa produsen seperti Samsung dan ZTE, namun masih menghadapi tantangan dalam hal kualitas gambar.
“Apple tampaknya mencoba teknologi kamera bawah layar untuk mempertahankan estetika layar penuh tanpa notch maupun punch hole,” ujar seorang analis teknologi dari Korea yang terlibat dalam rantai pasok komponen.
Namun pada layar penutup bagian luar, Apple disebut masih memilih pendekatan konvensional dengan kamera swafoto model punch-hole. Ini menunjukkan bahwa Apple ingin tetap menjaga kualitas kamera utama sambil tetap mengeksplorasi teknologi layar inovatif di bagian dalam.
Tidak Ada Face ID, Hadirnya Touch ID di Samping
Salah satu kabar mengejutkan dari prototipe iPhone Fold adalah absennya Face ID, sistem keamanan biometrik yang telah menjadi identitas iPhone sejak iPhone X.
Sebagai gantinya, Apple disebutkan mengintegrasikan Touch ID di tombol samping, seperti pendekatan yang diambil oleh iPad Air dan iPad Mini generasi terbaru.
Langkah ini kemungkinan dilakukan karena integrasi Face ID dengan layar lipat berpotensi menghadirkan tantangan teknis, terutama dalam hal penempatan sensor dan optimalisasi notch pada layar fleksibel.
“Touch ID kembali bukan langkah mundur, melainkan kompromi strategis untuk memastikan pengalaman pengguna yang seamless di perangkat lipat,” kata analis Apple dari Bloomberg, Mark Gurman.
Ukuran Layar Lebih Kecil, Tapi Tetap Tajam
Menurut bocoran, ukuran layar iPhone Fold kini sedikit lebih kecil dibandingkan prototipe sebelumnya, namun resolusi dan rasio aspek tetap dipertahankan. Ini berarti Apple lebih fokus pada optimalisasi ergonomi perangkat, dibandingkan hanya mengejar ukuran layar yang besar.
Ini berbeda dengan tren perangkat lipat Android yang cenderung mengusung layar besar, namun kerap kali mengorbankan kenyamanan penggunaan satu tangan.
Fokus Apple: Lipatan Halus dan Engsel Premium
Sejak awal, Apple dikenal perfeksionis dalam desain hardware, dan hal yang sama terlihat dalam proyek iPhone Fold. Rumor sebelumnya mengindikasikan bahwa Apple tengah berfokus menghilangkan efek lipatan pada layar, yang selama ini menjadi salah satu kelemahan perangkat foldable.
Tidak hanya itu, Apple juga disebut sedang mengembangkan sistem engsel dengan kualitas jauh lebih tinggi dibandingkan pesaingnya, dengan target menghadirkan ketahanan engsel hingga lebih dari 300.000 kali lipatan tanpa degradasi performa.
“Kami melihat Apple berusaha menciptakan engsel bebas celah yang mengurangi debu masuk serta meminimalkan lekukan pada layar saat dilipat,” ungkap seorang sumber dari supplier komponen di Taiwan.
Mengapa iPhone Fold Ditunda hingga 2026/2027?
Pertanyaan yang sering muncul adalah: mengapa Apple begitu lambat dalam merilis perangkat foldable, sementara Samsung telah memimpin pasar sejak 2019 dengan Galaxy Z Fold dan Z Flip?
Jawabannya terletak pada filosofi Apple: “masuk saat siap, bukan saat pertama.” Apple memiliki sejarah untuk tidak menjadi yang pertama, tetapi menjadi yang terbaik dalam eksekusi.
Beberapa faktor penundaan iPhone Fold meliputi:
-
Belum puas dengan teknologi layar fleksibel yang ada saat ini.
-
Keinginan untuk menyempurnakan teknologi engsel dan kamera bawah layar.
-
Menghindari kompromi desain yang dapat merusak reputasi iPhone sebagai produk premium.
-
Menunggu ekosistem iOS siap untuk multitasking layar lipat.
Apa yang Bisa Diharapkan dari iPhone Fold?
Meskipun Apple belum memberikan konfirmasi resmi, jika mengikuti pola peluncuran produk sebelumnya, iPhone Fold kemungkinan akan hadir dengan:
-
Chipset Apple Silicon generasi baru (mungkin A20 atau M-seri khusus foldable).
-
Integrasi iOS Fold Edition, yang mendukung multitasking dan mode layar ganda.
-
Fitur continuity antara layar luar dan dalam.
-
Daya tahan baterai tinggi, dengan optimalisasi software untuk efisiensi energi.
-
Material baru untuk layar ultra-thin glass (UTG) atau lapisan anti-gores nano-ceramic.
Bagaimana Posisi iPhone Fold di Pasar Global?
Jika Apple benar-benar merilis iPhone Fold di 2026/2027, mereka akan masuk ke pasar yang sudah cukup matang namun masih terbuka untuk inovasi.
Samsung, Huawei, dan Honor saat ini memimpin pasar foldable, tetapi dominasi itu belum sepenuhnya kokoh. Apple punya keunggulan besar berupa ekosistem loyal, kekuatan brand, serta basis pengguna yang siap membayar lebih untuk pengalaman premium.
Menurut laporan IDC, pasar smartphone lipat diprediksi akan tumbuh lebih dari 30% per tahun hingga 2028, dengan potensi volume penjualan mencapai 50 juta unit per tahun. Jika Apple memasuki pasar ini, bukan tidak mungkin mereka langsung meraih pangsa signifikan hanya dalam satu tahun pertama.
Reaksi Pengamat Teknologi
Para pengamat menilai masuknya Apple ke pasar smartphone lipat akan menjadi tipping point dalam adopsi massal perangkat foldable.
“Ketika Apple masuk, semua berubah. Mereka bisa membuat perangkat foldable bukan sekadar gimmick, tapi mainstream,” ujar Ben Wood, Chief Analyst di CCS Insight.
Apakah Apple Akan Buat Dua Versi iPhone Fold?
Terdapat spekulasi bahwa Apple mungkin merancang dua varian iPhone Fold: satu model seperti Galaxy Z Fold (berbentuk tablet saat dibuka) dan satu model seperti Z Flip (model clamshell kecil). Hal ini untuk menjangkau dua segmen pasar berbeda: profesional dan pengguna gaya hidup.
Apple juga disebut-sebut menguji konsep perangkat dual-screen mirip Surface Duo, meskipun belum jelas apakah ide itu akan terealisasi.