Palangka Raya – Perayaan Hari Ulang Tahun ke-27 Kerukunan Warga Pati Pesantenan berlangsung meriah di Kota Cantik Palangka Raya. Acara yang digelar pada Sabtu, 22 November 2025 ini dihadiri langsung oleh Wakil Wali Kota Palangka Raya (Achmad Zaini) bersama perwakilan paguyuban daerah se-Kota Palangka Raya, sebagai bentuk dukungan terhadap keragaman budaya dan persatuan warga perantauan di Kalimantan Tengah.
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Palangka Raya menyampaikan apresiasi atas solidnya warga Pati yang mampu terus menjaga keharmonisan di tengah keberagaman etnis di Palangka Raya. Ia menegaskan bahwa keberadaan paguyuban daerah menjadi kekuatan besar dalam memperkuat persatuan dan stabilitas sosial.
Acara HUT ke-27 ini juga menjadi ajang silaturahmi antarwarga. Beragam rangkaian kegiatan digelar, mulai dari Gowes Sepeda bareng, doa bersama, hingga pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur. Para tokoh paguyuban Dayak, Banjar, hingga Papua turut hadir memberi warna kebhinekaan pada acara tersebut. Acara ini juga dihadiri oleh anggota warga Pati yg berada di Takaras kota.
Perayaan HUT ke-27 ini diawali dengan doa bersama (Hisyam ) sebagai ungkapan syukur atas perjalanan panjang kerukunan warga Pati di Palangka Raya. Acara dilanjutkan dengan beragam rangkaian kegiatan seni budaya khas Pati Pesantenan yang semakin menghidupkan suasana.
Salah satu agenda utama tahun ini adalah pemberian bantuan sosial kepada warga Pati Palangka Raya yang membutuhkan. Bantuan tersebut menjadi wujud kepedulian KWPP terhadap anggotanya, sekaligus menegaskan bahwa kerukunan bukan hanya soal berkumpul, tetapi juga saling membantu.
Ketua Kerukunan Warga Pati Pesantenan (Rosidi) menyampaikan bahwa momentum ulang tahun kali ini menjadi pengingat pentingnya warga perantauan untuk tetap menjaga budaya asal, namun tetap berbaur dan berkontribusi bagi kemajuan Kota Palangka Raya. Ia berharap kekompakan warga akan semakin kuat dan menjadi contoh kerukunan bagi komunitas lainnya.
Kebersamaan semakin terasa ketika seluruh anggota KWPP dan tamu undangan bernyanyi bersama, menciptakan suasana penuh kekeluargaan dan kehangatan. Momen ini menjadi simbol eratnya hubungan antarwarga meski hidup di tanah perantauan.
Sebagai penutup, panitia (Mukhlisin) menyelenggarakan pengundian doorprize yang disambut antusias oleh para peserta. Suasana meriah dan penuh tawa menandai akhir acara, sekaligus menutup rangkaian perayaan HUT ke-27 KWPP dengan penuh kegembiraan.
Perayaan HUT ke-27 Kerukunan Warga Pati Pesantenan ini tidak hanya menjadi selebrasi ulang tahun, namun juga penegasan kembali semangat kebersamaan, toleransi, dan harmoni di Palangka Raya sebagai kota multikultural.
Penulis : M. Hisyam Nawawi